Penulisan ini bertujuan untuk 1) Mengetahui implementasi kesenian tradisional “Terbangan” di Desa Boto Kabupaten Semarang. 2) Mengetahui apa saja kendala dalam pengembangan kesenian tradisional. Berdasarkan hasil penulisan dan pembahasan diperoleh hasil kesimpulan bahwa Kesenian tradisional merupakan kebudayaan hasil dari ekspresi jiwa suatu masyarakat suatu daerah yang diwariskan secara turun temurun. Adanya globalisasi tidak membuat tergesernya kesenian tradisional seperti yang terjadi pada masyarakat di Desa Boto Kabupaten Semarang yang masih memelihara kebudayaan turun temurun. Adanya kesenian terbangan yang masih terlestarikan sampai saat ini menjadi bukti bahwa masyarakat menjaga kebudayaan tersebut. Salah satu faktor pendorong terlestarikannya kesenian ini adalah terbangan merupakan simbol wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Selain itu, terbngan juga dijadikan sebagai ajang silaturahmi kepada warga sekitar. Hal inilah yang menjadikannya tetap bertahan sampai saat ini