Kristin Yulianti
SMAN 3 Salatiga

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MODEL PROBLEM BASED LEARNING DAN KLINOMETER MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PESERTA DIDIK KELAS X MIPA 2 SMAN 3 SALATIGA Kristin Yulianti
Jurnal Ilmiah Pendidikan TRISALA Vol 7 No 3 (2021): Jurnal Ilmiah Pendidikan TRISALA (Desember 2021)
Publisher : Dinas Pendidikan Kota Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54211/trisala.v7i3.269

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar matematika pada materi Trigonometri bagi Peserta Didik Kelas X MIPA 2 SMA Negeri 3 Salatiga Semester Genap Tahun Pelajaran 2018/2019, dan diharapkan 85% dari peserta didik mendapat nilai di atas kriteria ketuntasan minimum(KKM) yaitu 67. Jenis penelitiannya adalah penelitian tindakan kelas dengan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan alat peraga klinometer. Pada penelitian ini ada 2 siklus dengan masing-masing siklus 4 kali pertemuan dan empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Pelaksanaan siklus 1 pada bulan Maret 2019 menggunakan model PBL dan penggunaan alat peraga klinometer dalam kelompok besar tanpa presentasi. Siklus 2 dilaksanakan pada bulan April 2019 dalam kelompok kecil dengan presentasi. Pengambilan data melalui observasi, wawancara, dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PBL dan klinometer mampu meningkatkan keaktifan dan hasil belajar matematika pada materi Trigonometri. Hal itu terlihat dari partisipasi 34 peserta didik dalam pembelajaran, keaktifannya meningkat 52,82%. Tampak pula perubahan saat pembelajaran yaitu peserta didik menjadi lebih aktif, santun, terbuka dan komunikatif. Situasi dan kondisi belajar menjadi lebih menyenangkan. Hasil belajar matematikapun meningkat 20,79% setelah pembelajaran. Dari 34 peserta didik mendapat nilai ulangan matematika ≥ 67 dan 100% memenuhi KKM. Saran penelitian ini adalah peneliti diharapkan lebih kreatif dalam mendesain pembelajaran, memilih model, metode dan strategi pembelajaran, sehingga pembelajaran lebih kreatif, variasi, inovatif dan bermakna. Suasana kelas lebih hidup, menarik dan peserta didik mempunyai semangat belajar yang tinggi.