Hasyim, S.Pd.
SMP Negeri 1 Pringkuku, Kabupaten Pacitan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peranan Pembelajaran Dengan Metode Buzz Group Untuk Meningkatkan Pembelajaran Bahasa Indonesia Kompetensi Dasar Menyampaikan Informasi Dalam Bentuk Berita Siswa Kelas VIII-C Semester Ganjil Di SMP Negeri 1 Pringkuku, Kabupaten Pacitan TP 2018/2019 Hasyim, S.Pd.
Jurnal Refleksi Pembelajaran (JRP) Vol 6 No 3 (2021): Volume 6 No.3 Tahun 2021
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.408 KB)

Abstract

Karya ilmiah ini bertujuan untuk meningkatkan pembelajaran di SMP Negeri 1 Pringkuku, Kabupaten Pacitan dengan Kompetensi Dasar Menceritakan pengalaman yang paling mengesankan dengan menggunakan pilihan kata dan kalimat efektif di Kelas VIII-C semester ganjil Tahun Pelajaran 2018/2019. dengan Teknik Buzz Group. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus yang meliputi perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Metode pengumpulan data dengan observasi dokumentasi serta tes. Berdasarkan pembahasan yang telah diuraikan dapat diketahui bahwa Peranan pembelajaran partisipatif dengan Teknik Buzz Group berhasil meningkatkan kemampuan dan keaktifan siswa dalam mengemukakan pendapatnya. Pembelajaran ini juga dapat menumbuhkan sikap saling membantu dan bekerjasama dalam belajar, serta dapat menerima adanya perbedaan dan keragaman yang ada di sekitar lingkungan belajarnya.Pada Peranan pembelajaran partisipatif dengan Teknik Buzz Group ada 5 aktivitas (perhatian terhadap pelajaran, bertanya, mengerjakan tugas, bekerja kelompok, presentasi dan diskusi) mengalami peningkatan dari Siklus 1 ke Siklus 2. Prosentase seluruh aktivitas siswa selama Siklus 1 dan Siklus 2 adalah sebesar 80,70% dan 84,74%. Pada peningkatan pembelajaran partisipatif dengan Teknik Buzz Group ketuntasan belajar secara klasikal diperoleh sebesar 83,42% dengan kategori baik, sehingga ketuntasan belajar siswa secara klasikal dapat tercapai yang ditunjukkan dari 27 siswa sebanyak 4 orang siswa yang tidak tuntas belajarnya. Sehingga dalam kegiatan ini dapat dinyatakan Tuntas dan Berhasil.