Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PEMBELAJARAN TARI BUNGONG JEUMPA MELALUI METODE KOMUNIKASI TOTAL DI SLB NUR RAHMAH SIDOARJO Firyal Nabilasari; Enie Wahyuning Handayani
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 10 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.373 KB) | DOI: 10.26740/jps.v10n2.p240-256

Abstract

SLB Nur Rahmah Sidoarjo adalah lembaga pendidikan formal yang fokus dalam mendidik para siswa berkebutuhan khusus termasuk Tunarungu. Penelitian ini membahas pelaksanaan metode Komunikasi Total pembelajaran ekstrakurikuler Tari Bungong Jeumpa serta faktor-faktor pendukung dan penghambat pada proses pembelajaran ekstrakurikuler Tari Bungong Jeumpa melalui metode Komunikasi Total pada siswa Tunarungu di SLB Nur Rahmah Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisa data yang mendasari antara lain reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Pengujian kredibilitas data menggunakan triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Penyampaian materi dilakukan dengan metode bahasa isyarat Komunikasi Total yang efektif dan dibagi menjadi tiga yaitu metode Oral dengan pembacaan ujaran bibir, metode Manual dengan gerakan jari, gestur tubuh, dan ekspresi mimik. Metode Aural dengan pemanfaatan sisa pendengaran. Pembelajaran dimulai dari pengenalan gerak tari dengan penayangan video kemudian dipraktekkan oleh pelatih menggunakan bahasa isyarat gerakan jari. Perhitungan gerakan dilakukan melalui tepuk tangan dan pembacaan ujaran bibir sesuai tempo. Selanjutnya dilanjutkan latihan dengan musik dengan pemanfaatan sisa pendengaran. Faktor pendukung dan faktor penghambat dalam proses pembelajaran, yaitu faktor guru, siswa, sarana dan prasarana, serta lingkungan.
YOUTUBE SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN SENI TARI SECARA DARING DI KELAS XI SMAN 1 KADEMANGAN BLITAR Sefta Novia Anggraeni; Enie Wahyuning Handayani
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 10 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.45 KB) | DOI: 10.26740/jps.v10n2.p296-310

Abstract

Guru Mapel Seni Budaya kelas XI SMAN 1 Kademangan Kabupaten Blitar memilih Youtube sebagai media pembelajaran secara daring pada masa pandemi Covid-19. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran dan mengetahui hasil pembelajarannya. Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian kualitatif. Pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Validitas data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan youtube dapat diakses kapanpun dan dimanapun. Selain itu video pembelajaran melalu live streaming tetap terdokumentasikan di chanel youtube, sehingga guru dan siswa dapat melihat materi secara berulang. Faktor pendukung pada media youtube adalah memiliki banyak fitur salah satunya live streaming, sedangkan faktor penghambat adalah membutuhkan kuota yang banyak. Hasil dari pembelajaran daring seni budaya (tari) dengan media youtube berupa video praktik tari. Siswa menguasai materi yang telah diberikan guru, hal ini dibuktikan hasil nilai yang telah memenuhi standart penilaian mata pelajaran seni budaya. Media pembelajaran youtube dapat meningkatkan kedisiplinan dalam penyelesaian tugas praktik video tari kreasi, karena setiap siswa telah membuat jadwal kegiatan yang disepakati.
MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING LEARNING DI SANGGAR JUANDA BUDI BAHARI SIDOARJO Khusnul Indah Mariyaulfah; Enie Wahyuning Handayani
Jurnal Pendidikan Sendratasik Vol 9 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198 KB) | DOI: 10.26740/jps.v9n1.p42-54

Abstract

Juanda Budi Bahari (JBB) merupakan Sanggar tari yang berdiri pada tanggal 3 Agustus 2006, Lokasi Sanggar di jalan Insinyur Haji Djuanda. Pelajaran di Sanggar terbagi dalam tiga kategori kelas yaitu Dasar, Menengah, dan Lanjut. Jumlah anggota di Sanggar JBB berjumlah 119 peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Validitas data menggunakan Triangulasi Sumber, Triangulasi Teknik, dan Triangulasi Metode. Analisis data yang digunakan dengan mereduksi data. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Sanggar JBB memiliki program pembelajaran yang meliputi alokasi waktu. Alokasi waktu adalah jadwal latihan Sanggar untuk menyelesaikan materi pembelajaran. Selain itu terdapat program semester lebih menekankan pada jumlah materi yang diberikan Sanggar JBB. Sanggar JBB Sidoarjo menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching Learning (CTL), karena dengan menggunakan model tersebut akan mempermudah pelatih menyampaikan materi, peserta didik dapat menerima materi dengan mudah dan kegiatan pembelajaran menjadi efektif. Simpulan dari penelitian ini meliputi: Sanggar JBB memprogram kegiatan Sanggar dengan baik dari segi waktu, program kelas, dan administrasi. Dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar, pelatih dibantu oleh beberapa asisten agar kegiatan pembelajaran berjalan dengan lancar. Semua langkah-langkah dalam menggunakan model CTL dilaksanakan oleh Sanggar JBB. Hasil dari pembelajaran selain dari perlombaan, adalah pada sikap peserta didik.
EKSISTENSI SANGGAR KARAWITAN NYAWIJI LARAS DI DESA GEJAGAN KABUPATEN NGANJUK Rachel Cellina Filiananda; Enie Wahyuning Handayani
JISOSEPOL: Jurnal Ilmu Sosial Ekonomi dan Politik Vol. 2 No. 2 (2024): JISOSEPOL : Jurnal Ilmu Sosial Ekonomi dan Politik, Edisi Juli-Desember 2024
Publisher : Samudra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61787/rjv4zy87

Abstract

Sanggar Karawitan Nyawiji Laras didirikan pada tahun 2018 di Desa Gejagan, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk oleh Pak Ji sebagai upaya menjaga keberlangsungan wiyaga dan seni karawitan tradisional untuk acara tradisi di masa depan. Sanggar ini berfokus pada pelestarian seni karawitan tradisional dengan membina generasi muda tanpa biaya. Penelitian ini bertujuan mengkaji eksistensi sanggar menggunakan teori eksistensi oleh Martin Heidegger, dengan metode penelitian kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksistensi sanggar didukung oleh faktor internal yaitu dari pengurus dan partisipasi anggotanya, fasilitas gamelan, serta dukungan eksternal dari mahasiswa KKN-T Unesa 2023 dan rekan-rekan Pak Ji. Dari hasil temuan peneliti juga dapat disimpulkan bahwa meskipun mengalami kendala, sanggar ini tetap eksis berkat dukungan berbagai pihak.