Omah Rochmah
IAI Bunga Bangsa Cirebon

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Strategi TK Baitul Makmur dalam Masa Pandemi Covid-19 untuk Meningkatkan Kemampuan Berhitung Kelompok B Melalui Media Balok Omah Rochmah; Nilamsari Kusumawati Putri
Hadlonah: Jurnal Pendidikan dan Pengasuhan Anak Vol 2 No 2 (2021): Hadlonah : Jurnal Pendidikan dan Pengasuhan Anak Usia Dini
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Tarbiyah UI BBC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to look at educators' strategies which are ideally in distance learning (online), because when the Covid-19 pandemic appeared everything had changed, educators made new strategies in improving early childhood numeracy skills during the pandemic that hit the whole world, or what is called with Covid-19. This research was conducted with a qualitative approach in the form of a case study method to gain knowledge about educators' strategies in improving numeracy skills in early childhood. Subject selection. Data collection was carried out by using an interactive model with data analysis, namely data reduction, data presentation, drawing conclusions and verification. The results showed that first, during the Covid-19 pandemic children studied at home using distance learning (online) and home visits, secondly, distance learning (online) and home visits could hamper children's limitations in improving their numeracy skills through block media, third, there is a strategy from kindergarten educators in improving children's numeracy skills through block media as long as children learn via distance (online). that is, children are invited to continue to play while learning even at home, providing an understanding that children are required to wear masks when outside the home, children must use hand sanitizers or wash their hands while playing and after playing. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk melihat strategi pendidik yang idealnya dalam pembelajaran jarak jauh (daring), dikarenakan disaat pandemic Covid-19 muncul semuanya telah berubah, pendidik membuat strategi baru dalam meningkatkan kemampuan berhitung anak usia dini di saat pandemi yang melanda seluruh dunia, atau yang disebut dengan Covid-19. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dalam bentuk metode studi kasus untuk memperoleh pengetahuan tentang strategi pendidik dalam meningkatkan kemampuan berhitung pada anak usia dini. Pemilihan subjek. pengumpulan data dilakukan dengan penggunaan model interaktif dengan analisis data, yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, selama pandemic Covid-19 anak belajar di rumah dengan menggunakan pembelajaran jarak jauh (daring) dan home visit, kedua, Pembelajaran jarak jauh(Daring) dan home visit dapat menghambat keterbatasan anak dalam meningkatkan kemampuan berhitung melalui media balok, ketiga, adanya strategi dari pendidik TK dalam meningkatkan kemampuan berhitung anak melalui media balok selama anak belajar melalui jarak jauh (Daring). yaitu anak diajak untuk tetap bermain sambil belajar meskipun di rumah, memberikan pemahaman bahwa anak wajib memakai masker jika berada di luar rumah, anak harus menggunakan hand sanitizer atau mencuci tangan disaat bermain dan setelah bermain.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN KERJASAMA MELALUI PERMAINAN ULAR NAGA PADA ANAK KELOMPOK B1 RA BAITURRAHMAN BIMA KOTA CIREBON Omah Rochmah
Hadlonah: Jurnal Pendidikan dan Pengasuhan Anak Vol 1 No 2 (2020): Hadlonah : Jurnal Pendidikan dan Pengasuhan Anak Usia Dini
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Tarbiyah UI BBC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This class action research aims to improve the ability of children's cooperation through the activities of the game of snakes in Group B1 RA BAITURRAHMAN BIMA CIREBON CITY. The game of the dragon that is used is limited to the game Dragon Snake. This type of research is a classroom action with a subject that is group students B1 RA BAITURRAHMAN BIMA CIREBON CITY, amounting to 14 children. Data collection methods used are observation and documentation methods. Research on the ability of this collaboration has been through the process of instrument validation in order to obtain the validity and reliability of research instruments. The data analysis technique used is descriptive qualitative and quantitative descriptive. The pre-action activities that started this study produced data that the average value of children's collaboration skills was only 14.29%. The action in this collaboration capability study was carried out in two cycles. Based on the results of the second cycle, the average value of children's abilities has reached a value of 92%. This development has reached an indicator of success where the research is said to be successful if it has reached a value of 76%. Thus, this research can be said to be successful. Abstrak Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kerjasama anak melalui kegiatan permainan ular naga pada Kelompok B1 RA BAITURRAHMAN BIMA KOTA CIREBON. Permainan ular naga yang digunakan dibatasi pada permainan Ular Naga. Jenis penelitian yang digunakan adalah tindakan kelas dengan subjek yaitu anak didik kelompok B1 RA BAITURRAHMAN BIMA KOTA CIREBON yang berjumlah 14 anak. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi dan metode dokumentasi. Penelitian mengenai kemampuan kerjasama ini telah melalui proses validasi instrumen guna memperoleh validitas dan reliabilitas instrumen penelitian. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Kegiatan pra tindakan yang mengawali penelitian ini menghasilkan data bahwa nilai rata-rata kemampuan kerjasama anak baru mencapai nilai 14,29%. Tindakan dalam penelitian kemampuan kerjasama ini dilakukan dalam dua siklus. Berdasarkan hasil dari siklus II, nilai rata-rata kemampuan anak telah mencapai nilai 92%. Perkembangan ini telah mencapai indikator keberhasilan dimana penelitian dikatakan berhasil apabila telah mencapai nilai 76%. Dengan demikian, penelitian ini dapat dikatakan berhasil
Peningkatan Kemampuan Menyimak Anak Usia Dini Kelompok B di PAUD Darussalam Gempol Melalui Media Buku Cerita Bergambar Nilamsari Kusumawati Putri; Omah Rochmah
Hadlonah: Jurnal Pendidikan dan Pengasuhan Anak Vol 3 No 1 (2022): Hadlonah : Jurnal Pendidikan dan Pengasuhan Anak
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Tarbiyah UI BBC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan menyimak anak didik kelompok B di PAUD Darussalam Gempol dengan menggunakan buku cerita bergambar. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (action research) model Kemmis & Taggart dengan menggunakan siklus I dan siklus II. Subjek penelitian adalah anak kelompok B PAUD Darusslama Gempol yang berjumlah 15 anak. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi yang kemudian dilakukan teknik analisis penarikan kesimpulan dari data yang didapat. Hasil penelitian menujukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan buku cerita bergambar ini meningkatkan kemampuan menyimak anak didik dalam memahami alur cerita, dapat menjawab tokoh-tokoh yang ada didalam cerita dan menjawab pertanyaan guru seputar cerita.
Pengaruh Permainan Kooperatif dan Self-Regulation Terhadap Kecerdasan Interpersonal Anak Kelompok B di TK Mutiara Bunda Plumbon Kabupaten Cirebon Nilamsari Kusumawati Putri; Omah Rochmah
Hadlonah: Jurnal Pendidikan dan Pengasuhan Anak Vol 2 No 1 (2021): Hadlonah : Jurnal Pendidikan dan Pengasuhan Anak Usia Dini
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Tarbiyah UI BBC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

With IT increasingly rapid, playing for early childhood is increasingly diverse. There are games that use "gadgets" and traditional games that use existing tools in the child's environment. And the content of development generated in traditional games is better than modern games. The characteristic of traditional games is that the majority is done with more than one number of children. The traditional games are carried out cooperatively by playing together with a relatively large number of children. When early interpersonal abilities are raised in children, this character will be carried to the next age level. And one example of cooperative traditional games is the bentengan game, where the process of this bentengan game requires good teamwork to win. Where this bentengan game can develop self-regulation that is in early childhood. Self-regulation is the main driving force in controlling, organizing, planning, directing and monitoring behavior to achieve certain goals by using certain strategies and involving elements of cognitive, emotional, and behavioral areas. This research method used a quasi-experimental where after using cooperative games and self-regulation, children's interpersonal abilities experienced a significant increase. This analysis provides an explanation that cooperative play and self-regulation can indeed improve children's interpersonal intelligence. Abstrak Dengan IT yang semakin pesat, bermain bagi anak usia dini makin beragam. Ada permainan yang menggunakan “gadget” dan permainan tradisional yang menggunakan alat yang ada dilingkungan sekitar anak. Dan conten of development yang dihasilkan dalam permainan tradisional lebih bagus dibandingkan dengan permainan modern. Ciri khas dari permainan tradisional yang mayoritas dilakukan dengan jumlah anak yang lebih dari satu. Permainan tradisional itu dilakukan secara kooperatif dengan kegiatan bermain bersama dan dilakukan dengan jumlah anak yang relatif banyak. Ketika sejak dini kemampuan interpersonal dimunculkan dalam diri anak, maka karakter ini akan dibawa sampai pada jenjang usia selanjutnya. Dan salah satu contoh permainan tradisional kooperatif adalah permainan bentengan, dimana prosesnya permainan bentengan ini membutuhkan kerja sama tim yang baik untuk mendapatkan kemenangan. Dimana permainan bentengan ini bisa mengembangkan regulasi diri yang ada didalam diri anak usia dini. Regulasi diri adalah penggerak utama dalam mengontrol, mengatur, merencanakan, mengarahkan dan memonitor prilaku untuk mencapai suatu tujuan tertentu dengan menggunakan strategi tertentu dan melibatkan unsur daerah kognitif, emosional, dan prilaku. Metode penelitian ini menggunakan quasi eksperimen dimana setelah menggunakan permainan kooperatif dan self-regulation, kemampuan interpersonal anak mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Analisis ini memberi penjelasan bahwa permainan kooperatif dan self-regulation memang dapat meningkatkan kecerdasan interpersonal anak. (Times New Roman 12, reguler, spasi 1, spacing before 6 pt, after 6 pt)