Daniel Tiku
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ENVIRONMENTAL GOVERNANCE DALAM PENATAAN RUANG TERBUKA HIJAU DI KAWASAN PUSAT PEMERINTAHAN BUKIT PELANGI KABUPATEN KUTAI TIMUR Daniel Tiku
ADMINISTRASI PUBLIK Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : ADMINISTRASI PUBLIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan ini untuk mengetahui pelaksanaan environmental governance Dalam Penataan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Pusat Pemerintahan Bukit Pelangi Kabupaten Kutai Timur. Metode penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif dengan melakukan pengumpulan yang diperoleh melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Proses analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek kondisi sosial masyarakat yang telah berbeda saat ini di mana bukit pelangi telah menjadi kawasan favorit bagi warga sangat. Hal ini terlihat dari kondisi sosial masyarakat yang mulai berkumpul pada Kawasan Bukit Pelangi padahal sebelumnya banyak yang berkumpul di STQ atau Townhall. Masyarakat memperoleh manfaat sosial dari keberadaan RTH. Keberadaan RTH Bukit Pelangi sangat memberikan manfaat yang besar antara lain aktivitas-aktivitas komunitas dan kegiatan olahraga. Aspek sosial keberadaan RTH memang diperuntukkan untuk kegiatan sosial masyarakat hal ini mendukung agar kehidupan alam dan manusia yang berada di sekitar RTH sehat secara jasmani dan berinteraksi secara sosial. Pada aspek ekomomi masyarakat dapat melakukan aktivitas ekonomi di area RTH Bukit pelangi dan pedagang-pedagang dapat berjualan dengan memanfaatkan food cord yang tersedia. Adapun yang tersedia adalah berbagai aneka jajanan dan minuman disamping itu ada juga tersedia permainan anak, kondisi ini medukung perekonomian masyarakat berputar dengan adanya RTH Bukut pelangi. Dari aspek ekologi pemilihan RTH sudah dianggap tepat dan masyarakat dapat memanfaatkan sebagai sarana pendidikan ekologi masyarakat khusus siswa-siswa yang ingin belajar. Namun terdapat kekurangan dalam hal spesies tanaman dan binatang khas Kalimantan seharusnya menjadi ciri khas RTH bukit pelangi ini. Kemudian dari aspek estetika menunjukkan RTH Bukit Pelangi kebanyakan menilai bahwa tampilan RTH sudah cukup menarik dan tertata rapi hal yang berikan kesan istimewa bagi masyarakat yang berkunjung. Disarankan untuk memperbanyak aneka macam flora dan fauna yang mencerminkan karakteristik taman Bukit Pelangi.