Suwartiningsih, S.Pd. M.Si
TK Muslimat NU Khotijah 2 Nganjuk

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Pembelajaran Modeling Untuk Meningkatkan Kemampuan Mewarnai Bentuk Gambar Sederhana Pada Siswa TK Muslimat NU Khotijah 2 Nganjuk Tahun Pelajaran 2016/2017 Suwartiningsih, S.Pd. M.Si
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 3 No 2 (2020): Volume 3 No.2 Tahun 2020
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.353 KB)

Abstract

Beberapa faktor penyebab rendahnya kemampuan siswa TK Muslimat NU Khotijah 2 Nganjuk dalam mewarnai bentuk gambar sederhana, antara lain: (1) guru kurang dapat memilih metode mengajar yang tepat; (2) guru kurang membiasakan siswa untuk berlatih; (3) guru kurang memberikan model dalam penyampaian materinya; dan (4) siswa kurang tertarik dengan materi pelajaran mengingat model pembelajaran selalu monoton. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimanakah peningkatan kemampuan mewarnai bentuk gambar sederhana melalui pembelajaran modeling pada siswa TK Muslimat NU Khotijah 2 Nganjuk tahun pelajaran 2016/2017?; dan (2) Apakah pembelajaran modeling dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa TK Muslimat NU Khotijah 2 Nganjuk tahun pelajaran 2016/2017? Tujuan PTK berikut ini adalah: (1) Untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan mewarnai bentuk gambar sederhana melalui pembelajaran modeling pada siswa TK Muslimat NU Khotijah 2 Nganjuk tahun pelajaran 2016/2017; dan (2) Untuk mendeskripsikan hasil pembelajaran modeling terhadap aktivitas belajar siswa TK Muslimat NU Khotijah 2 Nganjuk tahun pelajaran 2016/2017. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Peningkatan kemampuan mewarnai bentuk gambar sederhana siswa TK Muslimat NU Khotijah 2 Nganjuk tahun pelajaran 2016/2017 setelah pembelajaran dengan menggunakan pembelajaran modelling adalah : (1) nilai rata-rata mencapai 17,00 nilai (dari data awal 71,5 menjadi 88,5 pada siklus II), (2) kenaikan jumlah siswa berhasil mencapai 8 siswa (dari data awal 11 menjadi 19 siswa pada siklus II) dari sejumlah 20 siswa, (3) persentase keberhasilan mencapai 40% (dari data awal 55% menjadi 95% pada siklus II); dan (2) Selama menggunakan pembelajaran modelling , sebagian besar siswa terlibat aktif dalam kegiatan belajar mengajar.