Guru mempunyai kekuasaan untuk membentuk dan membangun kepribadian dan intelektual anak didik sebaik-baiknya. Guru hendaknya membuat pembelajaran yang lebih inovatif sehingga mendorong siswa untuk belajar lebih optimal baik di dalam kelas maupun di luar kelas sesuai dengan kurikulum (Sujianto.2008). Guru dapat melakukan pembelajaran praktek dasar peralatan rumah tangga yang inovatif. Salah satunya adalah pembelajaran yang tidak berpusat pada guru, namun lebih berpusat pada siswa (learner centered).Hal itu dapat dilakukan dengan menerapkan model pembelajaran Group Investigasi (GI) sesuai tuntutan kurikulum 2013. Penyajian materi dalam model pembelajaran ini memiliki beberapa manfaat dalam penerapannya yaitu dapat melatih siswa menerima pendapat orang lain. 2)Bekerja sama sama dengan teman yang berbeda latar belakang (hetrogen), 3) Membantu memudahkan siswa menerima materi pembelajaran. 4) Meningkatkan kemampuan berpikir dalam memecahkan masalah dan meningkatkan keterampilan proses sains siswa. Berdasarkan pembatasan masalah penelitian di atas, maka rumusan masalahnya adalah Bagaimana hasil belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Buko dengan diterapkan Model Group Investigasi. Berdasarkan data hasil penelitian tindakan kelas mulai dari pra siklus, Siklus I dan Siklus II maka dapat simpulan kalau penggunaan Model Group Investigasi dapat meningkat hasil belajar IPS, hal ini dapat dilihat dari data sebagai berikut: 1) Ketuntasan belajar, Dari 35 jumlah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Buko pada pra siklus nilai ketuntasan belajar siswa sebesar 51.43%, pada siklus I meningkat menjadi 68.57%, sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 88.57% 2). Daya Serap siswa, Dari 35 jumlah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Buko pada pra siklus nilai Daya serap siswasebesar 69.86%, pada siklus I meningkat menjadi 75.57%, sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 79.14%.