Hengky Makka, S.Pd., S.H.
SMP Negeri Satu Atap Ebenheizer Kecamatan Buko Banggai Kepulauan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Layanan Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Simulasi Untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Antar Pribadi Siswa Kelas VIII SMP Negeri Satu Atap Ebenheizer Pada Semeter Ganjil Tahun Pelajaran 2018/2019 Hengky Makka, S.Pd., S.H.
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 4 No 2 (2021): Volume 4 No.2 Tahun 2021
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan pelaksanaan layanan bimbingan kelompok dengan teknik simulasi untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi antar pribadi siswa kelasVIII SMP Negeri Satu Atap Ebenheizer Pada Semeter Ganjil Tahun Pelajaran 2018/2019. Pada penelitian ini akan dibahas tentang peningkatan kemampuan berkomunikasi antar pribadi siswa Negeri Satu Atap Ebenheizer yang mengalami kesulitan dalam berkomunikasi antar pribadi; terutama yang dialami siswa kelas VIII SMP Negeri Satu Atap Ebenheizer. Sejalan dengan tujuan dan bahasan penelitian, metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian tindakan bimbingan konseling. Dalam hal ini tindakan bimbingan yang berupa layanan bimbingan kelompok dengan teknik simulasi dengan subyek penelitian siswa VIII SMP Negeri Satu Atap Ebenheizer yang berjumlah 38 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik angket, yang berupa daftar pernyataan tentang kemampuan berkomunikasi antar pribadisiswa, untuk mengetahui tingkat kemampuan siswadalam berkomunikasi antar pribadi. Upaya peningkatan kemampuan berkomunikasi antar pribadi digunakan tekniksimulasi pada layanan bimbingan kelompok. Data dianalisis dengan rumus change infrequence from base rate topostrate. Hasil analisis data menunjukkan ada peningkatan kemampuan berkomunikasi antar pribadi setelah pelaksanaan treatment pa amasing-masing siklusdariduasiklus sebagai berikut. Pada siklus I mengalami peningkatan sebesar 5,24 % karena belum memenuhi kriteria keberhasilan tindakan sebesar 50% maka tindakan penelitian dilanjutkan pada siklus II. Pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 51,25% dan telah melampaui 1,25% dari kriteria keberhasilan tindakan maka penelitian tidak perlu dilanjutkan pada siklus berikutnya dan hasil tindakan dapat dikatakan berhasil.