Retno Supriyati, S.Pd.
SMA Negeri I Ngadirojo, Kabupaten Pacitan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Melalui Metode Active Knowledge Sharing Learning Dapat Meningkatkan Prestasi Belajar Bahasa Jerman Pada Siswa Kelas X-IPS-2 Semester Ganjil Di SMA Negeri I Ngadirojo, Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran 2019/2020 Retno Supriyati, S.Pd.
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 4 No 3 (2021): Volume 4 No.3 Tahun 2021
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberian metode active knowledge sharing learning (pembelajaran yang mengembangkan saling tukar pengetahuan) dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Jerman. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata nilai kelas, dimana unutk siklus I adalah 67 sedangkan untuk sikus 2 adalah 89,68. Peningkatan kuliatas belajar siswa. pada siklus I dari nilai rat-rata siswa adalah 66,61 dengan nilai terendah 60 dan nilai tertinggi 80. Jumlah siswa yang mendapat nilai di atas 60 ada 17 siswa, yang berarti 51% dari sejumlah 31 siswa memiliki nilai diatas taraf penguasaan konsep yang diberikan. Karena rata-rata kelasnya mencapai 65,61 masih berada di bawah KKM yang telah ditentukan. Maka kegiatan penelitian ini dinyatakan belum berhasil dan perlu diadakan pada kegiatan siklus yang ke 2. Pada siklus 2 dari nilai-rata-rata siswa adalah 89,68 dengan nilai terendah 55 dan nilai tertinggi 100. Jumlah siswa yang mendapat nilai diatas 60 ada 1 siswa memiliki nilai di atas taraf penguasaan konsep yang diberikan. Karena rata-rata kelasnya mencapai 89,68 masih berada di atas KKM yang telah ditentukan. Maka kegiatan penelitian ini dinyatakan berhasil atau tuntas dan tidak perlu diadakan pada kegiatan siklus yang berikutnya. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa kualitas belajar siswa dapat ditingkatkan dengan diberikan perlakuan-perlakuan tertentu yang sesuai dengan materi pokok bahasan yang harus dipelajari oleh siswa. hal ini juga nampaknya dipengaruhi oleh gairah belajar yang dimiliki. Karena model pembelajaran yang monoton saja akan membuat siswa bosan dan menganggap proses pembelajaran bukanlah suatu hal yang menarik.