Berdasarkan analisis data kualitatif dan profil tingkat pemahaman dengan hasil-hasil prestasi belajar ditunjukkan melalui kegiatan siklus pada maing-masing siklus. Pada siklus I dari data hasil prestasi belajar siswa menunjukkan 5,57 (58%) dari sejumlah siswa 32 siswa. Dimana standart ketuntasan belajar siswa ditentukan sebesar 70 (70%). Maka karena rata-rata 5,76 (58%) masih berada di bawah standart ketuntasan, maka perlu diadakan kegiatan pada siklus II. Pada siklus II dari data hasil prestasi belajar siswa secara rata-rata hasil prestasi belajar siswa menunjukkan 6,4 (64%) dari sejumlah 32 siswa. Maka karena rata-rata 6,4 (64%) masih berada dibawah standart ketuntasan, maka perlu diadakan kegiatan pada siklus III. Pada siklus III dari data hasil prestasi belajar siswa secara rata-rata hasil prestasi belajar siswa menunjukkan 6,41 (64%) dari sejumlah 32 siswa. Maka karena rata-rata 6,41 (64%) masih berada dibawah standart ketuntasan, maka perlu diadakan kegiatan pada siklus IV. Pada siklus IV dari data hasil prestasi belajar siswa secara rata-rata hasil prestasi belajar siswa menunjukkan 85,72 (86%) dari sejumlah 32 siswa. Maka karena rata-rata 85,75 (86%) berada diatas standart ketuntasan, maka tidak perlu diadakan kegiatan pada siklus berikutnya. Maka dapat disimpulkan bahwa dengan adanya pembelajaran eksploration learning (pembelajaran yang mengembangkan penggalian pemikiran peserta didik) akan memperoleh beberapa keuntungan bagi guru dan bagi siswa. Dengan eksploration learning akan membantu mengembangkan dan menyelesaikan materi atau bahan pada bidang studi Bahasa Inggris tersebut tetapi anak didiknya benar-benar sudah berlatih dan mempunyai pengetahuan yang lebih mendalam. Segala usaha yang dilakukan itu adalah pada hakekatnya untuk membangkitkan minat belajar pada murid agar lebih bergairah belajarnya. Sehingga dalam kegiatan penelitian tindakan kelas ini dapat dinyatakan tuntas dan berhasil.