Ely Setyowati, S.Pd.
SMA Negeri 1 Ngadirojo, Kabupaten Pacitan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Manfaat Model Pembelajaran Reliating Approach Learning Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas X-IPA-2 Semester Ganjil Di SMA Negeri 1 Ngadirojo, Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran 20192020 Ely Setyowati, S.Pd.
Jurnal Revolusi Pendidikan (JUREVDIK) Vol 4 No 3 (2021): Volume 4 No.3 Tahun 2021
Publisher : PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI) KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan Penggunaan Reliating Approach Learning (Pendekatan Pembelajaran yang mengembangkan Belajar dikaitkan dengan Konteks pengalaman kehidupan nyata) hasil analisis data diperoleh bahwa 100% siswa senang terhadap ketrampilan Reliating Approach Learning (Pendekatan Pembelajaran yang Mengembangkan Belajar dikaitkan dengan Konteks pengalaman kehidupan nyata), dan 75,5% berpendapat bahwa perangkat yang digunakan baru. Selain itu respon siswa tentang ketrampilan proses, 82,6% senang dan 72,2% berpendapat baru mengenai ketrampilan proses yang digunakan. Data ini menunjukkan bahwa siswa senang mengikuti Belajar jika belajar menggunakan ketrampilan Reliating Approach Learning dan ketrampilan proses, khususnya pada komponen ketrampilan proses melakukan pengamatan di mana pendapat siswa senang dalam melakukan pengamatan sebesar 95,7%. Penerapan Reliating Approach Learning dalam Belajar Kompetensi Dasar dengan Topik Pembelajaran Rumus Empiris dan Rumus Molekul pada Siswa Kelas X-IPA-2 Semester Ganjil Di SMA Negeri 1 Ngadirojo, Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran 2019/2020 tidak berpengaruh terhadap Peningkatan Kualitas Belajar. Penerapan Reliating Approach Learning dalam Belajar Pokok Bahasa Rumus Empiris dan Rumus Molekul pada Siswa Kelas X-IPA-2 Semester Ganjil di SMA Negeri 1 Ngadirojo, Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran 2019/2020 berpengaruh terhadap Peningkatan Kualitas Belajar. Kasus di Atas terdiri Atas dua sampel yang berhubungan satu sama lain, karena setiap subjek (dalam hal ini para murid) mendapat pengukuran yang sama, yaitu diukur pada siklus I dan siklus 2. Dan Akhirnya dalam kegiatan Penelitian ini dapat dinyatakan Tuntas dan Berhasil.