Berdasarkan data yang diperoleh peneliti dari daftar nilai diketahui bahwa keterampilan siswa untuk dalam mata pelajaran Dasar Desain Grafis khususnya pada kompetensi dasar Memanipulasi gambar raster dengan menggunakan fitur efek sangat rendah, yakni hanya 52,94% dari jumlah siswa dinyatakan tuntas belajar dan nilai rerata yang dicapai hanya 59,12. Hal semacam ini jika dibiarkan, maka akan membawa dampak yang fatal. Peneliti menganggap masalah tersebut merupakan sesuatu yang urgen. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan model pembelajaran Learning Expeditions, diharapkan minimal 75% dari jumlah siswa terampil dalam Memanipulasi gambar raster dengan menggunakan fitur efek. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 45 menit, yang meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrumen tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan keterampilan Memanipulasi gambar raster dengan menggunakan fitur efek melalui metode Learning Expeditions pada siswa Kelas X MM 1 SMK Negeri 1 Ponorogo Semester II Tahun Pelajaran 2018/2019. Peranan Model Pembelajaran Learning Expeditions dalam meningkatkan keterampilan Dasar Desain Grafis materi ajar Memanipulasi gambar raster dengan menggunakan fitur efek ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score) mulai dari siklus pertama sampai siklus terakhir, yakni : pada siklus I 70,00; siklus II 74,56, dan siklus III 83,09. Selain itu juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar yaitu pada siklus I hanya 67,64%, siklus II meningkat menjadi 73,53%, pada siklus III terjadi peningkatan mencapai 88,24%. Kenyataan membuktikan bahwa penggunaan Model Pembelajaran Learning Expeditions dalam proses pembelajaran dapat meningkatan keterampilan Memanipulasi gambar raster dengan menggunakan fitur efek pada mata pelajaran Dasar Desain Grafis.