Metode pembelajaran yang efektif dan membangkitkan aktivitas siswa didesain dengan memperhatikan taraf perkembangan, potensi, dan lingkungan peserta didik dan divariasi dengan kegiatan-kegiatan yang menyenangkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam standar kompetensi Menjelaskan hubungan bentuk energi dan perubahannya, prinsip usaha dan energi serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari melalui Penerapan Metode Belajar PINTAR pada siswa Kelas VIII B SMP Negeri 3 Kecamatan Sawoo Kabupaten Ponorogo Semester II Tahun Pelajaran 2016/2017. Data yang diperoleh dari daftar nilai diketahui bahwa minat belajar Ilmu Pengetahuan Alam kompetensi dasar Menjelaskan hubungan bentuk energi dan perubahannya, prinsip usaha dan energi serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari sangat rendah, sekitar 70% mendapat nilai dibawah 75. Hal ini ditengarai karena metode pembelajaran yang kurang bervariasi, model pembelajaran yang konvensional dan rendahnya motivasi belajar terhadap mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam karena kurang melibatkan siswa secara aktif dalam proses belajar mengajar. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan model pembelajaran Belajar PINTAR dengan harapan minimal 75% dari jumlah siswa memahami konsep Menjelaskan hubungan bentuk energi dan perubahannya, prinsip usaha dan energi serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari dan memenuhi standar ketuntasan minimal 75%. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrumen tes, wawancara, angket dan jurnal. Peranan Model Pembelajaran Belajar PINTAR dalam meningkatkan kemampuan Ilmu Pengetahuan Alam materi ajar Menjelaskan hubungan bentuk energi dan perubahannya, prinsip usaha dan energi serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari ini ditandai adanya peningkatan mean score, yakni : pada siklus I 69,05; siklus II 73,57; dan siklus III 88,81. Selain itu juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar, yaitu pada siklus I 52,38%, siklus II menjadi 76,19%, pada siklus III terjadi peningkatan mencapai 100%.