Sejauh ini, pendidikan di negara kita masih didominasi oleh pandangan bahwa pengetahuan adalah seperangkat fakta-fakta yang harus dihapal. Kelas masih berfokus pada guru sebagai sumber utama pengetahuan, kemudian ceramah menjadi pilihan utama strategi belajar. Untuk itu, diperlukan sebuah strategi belajar baru yang lebih memberdayakan siswa. Sebuah strategi belajar yang tidak mengharuskan siswa menghapal fakta-fakta, tetapi sebuah strategi yang mendorong siswa untuk mengkonstruksikan pengetahuan di benak mereka sendiri. Materi yang dipilih dalam penelitian ini adalah Peristiwa Sekitar Proklamasi Kemerdekaan sedangkan model rancangan yang digunakan mengacu pada rancangan Kemmis & Taggart (1988) dengan siklus; Masing-masing sikius terdiri dan 4 tahapan, yaitu: (1) penyusunan rencana tindakan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) pengamatan, dan (4) perefleksian, pengambilan kesimpulan dan saran. Dan hasil penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) keterampilan proses yang dominan dilakukan siswa adalah melakukan penelitian, sedangkan yang paling sedikit dilakukan siswa adalah merumuskan masalah dan menyimpulkan hasil penelitian dan 2) hasil belajar siswa menggunakan pembelajaran inkuiri meningkat. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dipaparkan sebelumnya dapat diambil simpulan bahwa metode pembelajaran kooperatif tipe make a match dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari hasil belajar siswa pada pembelajaran siklus I dan siklus II sebagai berikut: Terjadi peningkatan hasil belajar siswa pada pembelajaran siklus I, yaitu siswa yang tuntas ada 15 siswa (71,43%), dan yang belum tuntas ada 6 siswa (28,57%) dari nilai rata-rata ulangan harian pada Siklus I sebesar 72,38 naik menjadi 81,90 pada postes siklus II sedangkan yang belum tuntas ada 2 siswa (9,52%) dengan nilai rata-rata pada siklus I 72,38 naik menjadi 81.90 pada siklus II.