Sumarni Talib
SDN Bungin Kec. Tinangkung, Kab. Banggai Kepulauan Sulawesi Tengah

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Meningkatkan Kinerja Dan Mutu Guru Secara Kompetitif Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Dengan Menggunakan Alat Permainan Edukatif Di Bungin Kecamatan Tinangkung Kabupaten Banggai Kepulauan Tahun Pelajaran 2017/2018 Sumarni Talib
Jurnal Edukasi Gemilang (JEG) Vol 6 No 3 (2021): Vol 6 No.3 (2021)
Publisher : MUSYAWARAH KERJA KEPALA SEKOLAH (MKKS) SMP KOTA MADIUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang ingin dikaji dalam penelitian tindakan sekolah ini adalah:(a) Apakah pengembangan pembelajaran Bahasa Indonesia dengan menggunakan alat permainan edukatif dapat meningkatkan kematangan emosi peserta didik di SDN Bungin Kecamatan Tinangkung Kabupaten Banggai Kepulauan Tahun Pelajaran 2017/2018? (b) Apakah pengembangan pembelajaran Bahasa Indonesia dengan menggunakan alat permainan edukatif dapat meningkatkan kinerja dan mutu guru secara kompetentif di SDN Bungin Kecamatan Tinangkung Kabupaten Banggai Kepulauan Tahun Pelajaran 2017/2018? (c) Apakah pengembangan pembelajaran Bahasa Indonesia dengan menggunakan alat permainan edukatif dapat meningkatkan kualitas proses belajar mengajar di kelas? Layaknya Penelitian Tindakan dengan urutan siklus mencakup perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi yang berbeda-beda, penyusun menggunakan 2 siklus dalam penelitian ini. Subyek penelitian ini adalah guru kelas SDN Bungin Kecamatan Tinangkung Kabupaten Banggai Kepulauan. Hasil penelitian secara rinci diperoleh peningkatan Kinerja Dan Mutu Guru Secara Kompetentif Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Dengan Menggunakan Alat Permainan Edukatif Di Bungin Kecamatan Tinangkung Kabupaten Banggai Kepulauan Tahun Pelajaran 2017/2018 yaitu pada Siklus I hasil observasi kelas model pembelajaran permainan edukatif nilai rata-rata 64,8, siswa tuntas 16 dan persentase ketuntasan secara klasikal 66,7 sedangkan pada Siklus II nilai rata-rata 64,8, siswa tuntas 16 dan persentase ketuntasan secara klasikal 66,7.