Hasil belajar adalah kata lain dari prestasi belajar, hanya saja sifatnya lebih khusus pada materi tertentu. Hasil belajar juga disebut hasil yang telah dicapai. Metode pembelajaran yang efektif dan membangkitkan aktivitas siswa didesain dengan memperhatikan taraf perkembangan, potensi, dan lingkungan peserta didik dan divariasi dengan kegiatan-kegiatan yang menyenangkan. Data yang diperoleh dari daftar nilai diketahui bahwa minat belajar Ilmu Pengetahuan Sosial kompetensi dasar Mendeskripsikan perkembangan sistem administrasi wilayah Indonesia sangat rendah, sekitar 70% mendapat nilai dibawah 75. Hal ini ditengarai karena metode pembelajaran yang kurang bervariasi, model pembelajaran yang konvensional dan rendahnya motivasi belajar terhadap mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial karena kurang melibatkan siswa secara aktif dalam proses belajar mengajar. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan model pembelajaran Belajar PINTAR dengan harapan minimal 75% dari jumlah siswa memahami konsep Mendeskripsikan perkembangan sistem administrasi wilayah Indonesia dan memenuhi standar ketuntasan minimal 75%. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 35 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrumen tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial kompetensi dasar Mendeskripsikan perkembangan sistem administrasi wilayah Indonesia melalui Penerapan Metode Belajar PINTAR pada siswa Kelas VI SDN Kebonagung 2 Porong Sidoarjo Semester I Tahun Pelajaran 2018/2019. Peranan Model Pembelajaran Belajar PINTAR dalam meningkatkan kemampuan Ilmu Pengetahuan Sosial materi ajar Mendeskripsikan perkembangan sistem administrasi wilayah Indonesia ini ditandai adanya peningkatan mean score, yakni : pada siklus I 69,39; siklus II 73,94; dan siklus III 86,21. Selain itu juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar, yaitu pada siklus I 51,52%, siklus II menjadi 78,79%, pada siklus III terjadi peningkatan mencapai 96,97%.