Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang telah dilakukan di SMA Negeri 4 Pasuruan ternyata hasil belajar kimia siswa kelas X A2 SMA Negeri 4 Pasuruan masih rendah yaitu nilai rata-rata untuk materi pokok struktur atom dan tabel periodik dari jumlah siswa 36 dengan ketuntasan klasikal 39% atau 14 siswa dan siswa yang tidak tuntas 57% atau 22 siswa dengan rata-rata nilai 61. Rendahnya hasil belajar kimia di kelas X A2 SMA Negeri 4 Pasuruan tersebut menunjukkan rendahnya pemahaman siswa terhadap konsep kimia. Hal ini disebabkan karena pembelajaran didominasi dengan metode ceramah yang berpusat pada guru. Guru lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran sebagai pemberi pengetahuan bagi siswa. Akibatnya siswa memiliki banyak pengetahuan tetapi tidak dilatih untuk menemukan pengetahuan dan konsep, sehingga siswa cenderung lebih cepat bosan dalam mengikuti pelajaran yang berdampak pada rendahnya hasil belajar. Berdasarkan penelitian hasil penilian afektif siswa pada siklus I mendapat nilai rata rata 76 dengan katagori B dengan prosentase ketuntasan sebanyak 100% pada siklus II mendapat nilai rata rata 78 dengan katagori B dengan prosentase ketuntasan sebanyak 100%. Hasil penilian kognetif siswa pada siklus I mendapat nilai rata rata 71 dengan prosentase ketuntasan sebanyak 78% pada siklus II mendapat nilai rata rata 73 dengan prosentase ketuntasan sebanyak 89%. Hasil penilian psikomotor siswa pada siklus I mendapat nilai rata rata 76 dengan katagori B dengan prosentase ketuntasan sebanyak 100% pada siklus II mendapat nilai rata rata 78 dengan katagori B dengan prosentase ketuntasan sebanyak 100%. Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa Model Kooperatif Tipe TGT memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari semakin mantapnya pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan guru (ketuntasan belajar meningkat dari siklus I dan II) yaitu masing-masing 78% dan 89% .pada siklus II ketuntasan belajar siswa secara klasikal telah tercapai.