Serangkaian potret pembelajaran yang dilakukan KKG Gugus Permata Hati Kecamatan Rowokangkung dapat dimaknai bahwa persoalan mendasar yang perlu mendapatkan perhatian adalah peningkatan kreatifitas guru dan keterampilan mengajar agar guru-guru dapat mendesain aktivitas pembelajaran secara bermakna yang menempatkan peserta didik sebagai pengonsumsi gagasan. Kenyataan dilapangan masih jauh dari harapan atau belum sepenuhnya komponen itu dilaksanakan. Maka peneliti berupaya melakukan perbaikan dalam rangka peningkatan kreatifitas guru dan ketrampilan mengajar melalui kegiatan supervisi khususnya supervisi klinis. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dipaparkan selama dua siklus hasil seluruh pembahasan serta analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut ini. 1. Kreativitas Guru dalam Keterampikan Mengajar melalui Supervisi Klinis. Berdasarkan hasil penilaian ketrampilan mengajar guru, diperoleh Kreativitas Guru dalam Keterampikan Mengajar melalui Supervisi Klinis dalam setiap siklus mengalami peningkatan. Hal ini berdampak positif terhadap kreativitas guru untuk meningkatkan ketrampilan mengajarnya terbukti dengan meningkatnya ketrampilan mengajar guru pada setiap siklus yang terus mengalami peningkatan. 2. Kreativitas Guru dalam Keterampikan Mengajar melalui Supervisi Klinis pada Siklus I sudah tampak hasil penilaian dalam kegiatan supervisi klinis pada kreativitas ketrampilan mengajar guru pada siklus I rata - rata yaitu 70 dengan katogore cukup. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pada siklus pertama secara klasikal kegiatan pembelajaran melalui supervisi klinis belum tuntas, karena guru dalam kreatifitas ketrampilan memngajar yang memperoleh nilai >55 hanya sebesar 80% lebih kecil dari persentase ketuntasan yang dikehendaki yaitu sebesar 85%. 3. Kreativitas Guru dalam Keterampikan Mengajar melalui Supervisi Klinis pada Siklus II adanya peningkatan yang signifikan. Hasil penilaian tersebut menunjukkan bahwa pada siklus II secara klasikal kegiatan pembelajaran melalui supervisi klinis sudah tuntas, karena guru dalam kreatifitas ketrampilan mengajar yang memperoleh nilai >55 sebesar 100% lebih besar dari persentase ketuntasan yang dikehendaki yaitu sebesar 85%.