Penelitian ini dilatarbelakangi pada kenyataan bahwa rendahnya motivasi siswa terhadap mata pelajaran Bahasa Indonesia berdampak pada rendahnya hasil belajar siswa. Motivasi siswa dalam pelajaran Bahasa Indonesia dapat ditingkatkan dengan cara menerapkan model pembelajaran yang berpusat pada siswa (student centered learning). Salah satu model pembelajaran berpusat pada siswa yang tepat pada materi teks anekdot yang sifatnya hafalan (karena banyak rumus yang harus dihafalkan) yaitu model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT). Model pembelajaran kooperatif tipe TGT dalam penerapannya dapat dikembangkan menggunakan pemanfaatan berbagai media di antaranya dengan menggunakan Teka Teki Silang (TTS). Perbaikan pembelajaran dilaksanakan di SMK Negeri 2 Bondowoso. Subyek dari penelitian ini adalah siswa kelas X Tata Boga. Waktu pelaksanaan penelitian perbaikan pembelajaran tersebut selama Januari–Maret 2020. Berdasarkan hasil penelitian tentang perbaikan pembelajaran pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, diperoleh data pada siklus 1 bahwa dari 21 siswa yang mengikuti pembelajaran Bahasa Indonesia materi teks anekdot terdapat 11 siswa belum tuntas (KKM 70) sehingga ketuntasan siswa secara klasikal masih kurang dari 48%. Dan pada siklus 2 didapatkan data bahwa dari 21 siswa yang mengikuti pembelajaran Bahasa Indonesia materi teks anekdot tidak ada siswa belum tuntas (KKM 70) sehingga ketuntasan siswa secara klasikal sudah mencapai 100%. Kesimpulannya adalah: (1) Model pembelajaran kooperatif tipe TGT berbantuan media teka-teki silang pada materi teks anekdot dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas X Tata Boga SMK Negeri 2 Bondowoso semester genap tahun pelajaran 2019/2020. (2) Model pembelajaran kooperatif tipe TGT berbantuan media teka-teki silang pada materi teks anekdot dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X Tata Boga SMK Negeri 2 Bondowoso semester genap tahun pelajaran 2019/2020.