Retno Dwi Maryani
SMP Negeri 5 Ngawi Kabupaten Ngawi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implementasi Model Pembelajaran Visualization Auditory Kinestetic (VAK) Dapat Meningkatkan Prestasi Matematika Materi Fungsi Kuadrat Pada Siswa Kelas IX B Di SMP Negeri 5 Ngawi Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2019/2020 Retno Dwi Maryani
Jurnal Ilmiah Pengembangan Pendidikan (JIPP) Vol 9 No 2 (2022): Vol 9 No 2 (2022)
Publisher : Dinas Pendidikan Kota Madiun Bekerjasama dengan PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang ingin dikaji dalam penelitian ini adalah: Apakah penerapan Model Pembelajaran Visualization Auditory Kinestetic (VAK) dapat meningkatkan prestasi belajar Matematika materi fungsi kuadrat pada Siswa Kelas IX B, SMP Negeri 5 Ngawi Kabupaten Ngawi, Tahun Pelajaran 2019/2020? Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah: mengetahui penerapan Model Pembelajaran Visualization Auditory Kinestetic (VAK) dapat meningkatkan prestasi belajar Matematika materi fungsi kuadrat pada Siswa Kelas IX B, SMP Negeri 5 Ngawi Kabupaten Ngawi, Tahun Pelajaran 2019/2020. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap. Sasaran penelitian ini adalah siswa Kelas IX B di Sekolah Menengah Pertama Negeri 5 Ngawi, Kabupaten Ngawi. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Penggunaan Model Pembelajaran Visualization Auditory Kinestetic (VAK) dapat meningkatkan prestasi belajar Matematika materi fungsi kuadrat pada Siswa Kelas IX B, SMP Negeri 5 Ngawi, Kabupaten Ngawi, Tahun Pelajaran 2019/2020, hal ini dapat dilihat dari semakin mantapnya rata-rata hasil belajar siswa terhadap materi yang disampaikan guru (rata-rata hasil evaluasi belajar siswa meningkat dari siklus I, II, dan III) yaitu masing-masing (70,31), (81,41), dan (87,97), sedangkan prosentase ketuntasan secara klasikal belajar siswa meningkat dari siklus I, II, dan III) yaitu masing-masing (68,75 %), (81,25 %), dan (90,63 %). Pada siklus III ketuntasan belajar siswa secara klasikal tercapai.