Andreas Maurenis
Universitas Parahyangan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KEBIJAKSANAAN SEBAGAI KARUNIA ROH KUDUS: MAKNA DAN BUAHNYA BAGI HIDUP SEORANG KRISTIANI : WISDOM AS A GRACE OF THE HOLY SPIRIT: THE MEANING AND THE FRUIT FOR THE LIFE OF A CHRISTIAN Andreas Maurenis
Jurnal Teologi Amreta (ISSN: 2599-3100) Vol. 3 No. 1 (2019): Baptism in Holy Spirit
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Satyabhakti, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54345/jta.v3i1.27

Abstract

In the Scriptures it says 'Fear of God is the beginning of wisdom, but fools insult wisdom and discipline' (Proverbs 1: 7). People who live a good spiritual life will always be blessed with God's spirit of wisdom. Wisdom, which is one of the gifts of the Spirit, which is narrated in the Old and New Testaments, was always believed by Christians from the beginning even experienced by the Apostles at Pentecost as described in Acts. Indeed there is no human who deserves to claim himself as a wise person. But humans deserve the wisdom to produce good fruits in their social life especially in this context, their meaning and fruit for a Christian for himself and for the environment. Through the descriptive method of the text, the author tries to explore further, how the meaning and fruit for a Christian when his life is always shaded by the gift of the Holy Spirit. === Dalam Kitab Suci dikatakan 'Takut akan Tuhan adalah awal kebijaksanaan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan' (Amsal 1:7). Orang yang menjalankan hidup rohani yang baik akan selalu dikaruniai roh kebijaksanaan oleh Tuhan. Kebijaksanaan yang adalah salah satu karunia Roh, yang dinarasikan dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, senantiasa diimani oleh orang Kristen sejak awal bahkan dialami oleh Para Rasul pada saat Pentakosta sebagaimana dilukiskan dalam Kisah Para Rasul. Memang tidak ada manusia yang layak mengklaim diri sebagai orang bijaksana. Tetapi manusia layak mendambakan kebijaksanaan untuk menghasilkan buah-buah yang baik dalam kehidupan sosialnya terutama dalam konteks ini, makna dan buahnya bagi seorang Kristiani bagi dirinya dan bagi lingkungan. Melalui metode deskriptif teks, penulis mencoba menelusuri lebih jauh, bagaimana makna dan buah bagi seorang Kristiani ketika hidupnya selalu dinaungi oleh karunia Roh Kudus.
Kristen dan Teknologi: Etika, Literasi dan Ciptaan : Christianity and Technology: Ethics, Literacy and Creation Andreas Maurenis
Jurnal Teologi Amreta (ISSN: 2599-3100) Vol. 3 No. 2 (2020): Speaking in Tongue, Thinking in Tongue, Living in Tongue
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Satyabhakti, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54345/jta.v3i2.33

Abstract

With ethical awareness, literacy abilities, and awareness as God's intelligent creatures, Christians in various dynamics of life must continue to show a human ethics and spirituality, especially in the context of Christian ethics and spirituality. The Christians are able to use the results of the development of science and technology in digital systems. Although, learning, supervision and self-control as God's people are things that are constantly attached to it. With the advance and increasing number of scientific and technological discoveries in various forms, Christians are challenged to publicize themselves and their discipleship calls in the context of digital technology with various media. Christianity and technology become important topics of study that can be included in the umbrella of the great scientific knowledge of theology and science which have been under-attention in certain denominations. Christianity and technology as an academic discourse in lecture classes will be very applicable in the broad life of students and the Christian community in the future, especially by including the ethics, literacy, and creation as sub-topics in it. This discussion has become very important in the age of technology so that understanding and behavior of how Christians should place themselves in the midst of new challenges in the real new age is now being managed with adulthood. ==== Dengan kesadaran beretika, kemampuan literasi, dan kesadaran sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang cerdas maka umat Kristiani dalam berbagai dinamika hidup mesti tetap memperlihatkan sebuah etika dan spiritualitas manusia, terutama dalam konteks etika dan spiritualitas Kristiani. Umat Kristen terbilang mampu menggunakan hasil perkembangan sains dan teknologi dalam sistem digital. Meskipun pembelajaran, pengawasan dan penguasaan diri sebagai umat Tuhan merupakan hal-hal yang terus-menerus melekat di dalamnya. Majunya dan semakin banyaknya temuan sains dan teknologi dalam berbagai bentuk, membuat umat Kristiani ditantang untuk mempublikasikan diri dan panggilan pemuridannya dalam konteks berteknologi digital dengan berbagai media. Kristen dan teknologi penting menjadi satu pokok bahasan kajian yang bisa dimasukkan ke dalam payung keilmuan besar teologi dan sains yang selama kurang diperhatikan dalam denominasi tertentu. Kristen dan teknologi sebagai satu diskursus akademik di dalam kelas-kelas perkuliahan akan menjadi sangat aplikatif dalam kehidupan luas mahasiswa dan masyarakat Kristiani di kemudian hari apalagi dengan menyertakan sisi etika, literasi, dan ciptaan sebagai sub-sub bahasan di dalamnya. Pembahasan ini menjadi amat penting di zaman teknologi agar pemahaman dan perilaku bagaimana seharusnya umat Kristiani menempatkan dirinya di tengah-tengah tantangan baru di zaman baru yang nyata sekarang ini menjadi terkelola dengan dewasa.