Adi Nuryanto
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Aplikasi Soft System Methodology (SSM) Untuk Pengembangan Strategi Pemberantasan dalam Pandemi Covid-19 di Selandia Baru Adi Nuryanto
Jejaring Administrasi Publik Vol. 13 No. 1 (2021): Jejaring Administrasi Publik
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.585 KB) | DOI: 10.20473/jap.v13i1.29356

Abstract

Pemerintah Selandia Baru telah mengakhiri lockdown saat berhasil menekan angka kasus positif Covid-19 hingga nol selama 17 hari berturut-turut. Tingkat sistem peringatan telah diturunkan dari tingkat 4 menjadi tingkat 1 dalam waktu tujuh pekan. Pembatasan aktivitas sosial telah dilonggarkan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan seperti mencuci tangan, tidak menyentuh wajah, menutup batuk dengan lengan dalam dan menjalankan test kesehatan dan penelusuran kontak. Kebijakan dan strategi penangangan Covid-19 di Selandia Baru terdiri dari pengawasan (mitigation), penekanan (suppression) dan pemberantasan (elimination). Strategi pengawasan berupaya mengendalikan angka kasus positif sehingga kurva jumlah kasus positif melandai. Strategi penanggulangan dimaksudkan untuk menekan jumlah kasus seminimal mungkin. Sedangkan strategi pemberantasan ditujukan untuk membasmi virus Covid-19. Pengembangan strategi pemberantasan dalam pandemi Covid-19 memerlukan penentuan definisi yang kuat secara ilmiah mengenai pemberantasan Covid-19. Tujuan dari makalah ini adalah untuk dapat memberikan gambaran permasalahan dalam pengembangan strategi pemberantasan dalam pandemi Covid-19 di Selandia Baru menggunakan metode soft system methodology.
Tantangan Administrasi Publik di Dunia Artificial Intelligence dan Bot Adi Nuryanto
Jejaring Administrasi Publik Vol. 12 No. 2 (2020): Jejaring Administrasi Publik
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jap.v12i2.30882

Abstract

Pada beberapa dekade menuju abad ke-21, terdapat transformasi sosial dan ekonomi yang akibat gelombang teknologi yang mendisrupsi tatanan masyarakat. Saat ini kita melihat pengambilalihan pekerjaan oleh robot, machine learning, dan kecerdasan buatan (AI).  Perubahan besar ini menimbulkan tantangan besar bagi administrator publik untuk bertindak lebih cepat dan mengurangi dampak negatifnya.