Tri Nurminingsih Hatala
Akper Rumkit TK III Dr. J. A. Latumeten

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Antara Pola Makan Dengan Pertumbuhan Berat Badan Balita Usia 0-3 Tahun Tri Nurminingsih Hatala
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 2, No 2 (2020): MOLUCCAS HEALTH JOURNAL EDISI AGUSTUS 2020
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (29.528 KB) | DOI: 10.54639/mhj.v2i2.459

Abstract

Masa balita merupakan masa yang mengalami proses pertumbuhan yang sangat pesat, dan memerlukan asupan makanan yang relatif banyak dengan kualitas tinggi. Sehingga pola makan juga sangat mempengaruhi pertumbuhan berat badan balita umur 0-3 tahun.Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional. Desain sampling yang digunakan adalah stratified random sampling dengan kuesioner, penimbangan berat badan, dan dilanjutkan dengan analisa data cross tabulation antara pola makan dengan pertumbuhan berat badan balita. Untuk mengetahui apakah ada hubungan antara dua variabel dengan menggunakan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan α <0,05. Hasil penelitian menunjukan pola makan hampir separuhnya pola makan balita baik yaitu (69%), pertumbuhan berat badan balita umur 0-3 tahun hampir separuhnya pertumbuhan berat badan normal yaitu (69%). Setelah dilakukan cross tabulation dan uji dengan chi-square hasil penelitian didapatkan skor separuhnya sebanyak 11 orang (68.75%) dari 16 responden dengan pola makan baik dengan pertumbuhan berat badan balita normal dan skor terendah sebanyak 5 orang (31.25%) dengan pola makan tidak baik dengan pertumbuhan berat badan kurang. Dari hasil uji square dapat diambil keputusan bahwa keputusan dengan cara melihat nilai probabilitas (0,013), < standart signifikan (α = 0.05) maka Ho ditolak yang artinya bahwa ada hubungan yang signifikan antara pola makan dengan pertumbuhan berat badan balita umur 0-3 tahun. Melihat hasil penelitian ini, Bagi peneliti selanjutnya hendaknya dapat mencari faktor-faktor yang berhubungan dengan pertumbuhan berat badan balita dengan memperluas sampel dan pengolahan data lebih selektif agar hasil lebih represntatif untuk daerah luas.
Hubungan Antara Pola Makan Dengan Pertumbuhan Berat Badan Balita Usia 0-3 Tahun Tri Nurminingsih Hatala
MOLUCCAS HEALTH JOURNAL Vol 2, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/mhj.v2i2.459

Abstract

Masa balita merupakan masa yang mengalami proses pertumbuhan yang sangat pesat, dan memerlukan asupan makanan yang relatif banyak dengan kualitas tinggi. Sehingga pola makan juga sangat mempengaruhi pertumbuhan berat badan balita umur 0-3 tahun.Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional. Desain sampling yang digunakan adalah stratified random sampling dengan kuesioner, penimbangan berat badan, dan dilanjutkan dengan analisa data cross tabulation antara pola makan dengan pertumbuhan berat badan balita. Untuk mengetahui apakah ada hubungan antara dua variabel dengan menggunakan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan α 0,05. Hasil penelitian menunjukan pola makan hampir separuhnya pola makan balita baik yaitu (69%), pertumbuhan berat badan balita umur 0-3 tahun hampir separuhnya pertumbuhan berat badan normal yaitu (69%). Setelah dilakukan cross tabulation dan uji dengan chi-square hasil penelitian didapatkan skor separuhnya sebanyak 11 orang (68.75%) dari 16 responden dengan pola makan baik dengan pertumbuhan berat badan balita normal dan skor terendah sebanyak 5 orang (31.25%) dengan pola makan tidak baik dengan pertumbuhan berat badan kurang. Dari hasil uji square dapat diambil keputusan bahwa keputusan dengan cara melihat nilai probabilitas (0,013), standart signifikan (α = 0.05) maka Ho ditolak yang artinya bahwa ada hubungan yang signifikan antara pola makan dengan pertumbuhan berat badan balita umur 0-3 tahun. Melihat hasil penelitian ini, Bagi peneliti selanjutnya hendaknya dapat mencari faktor-faktor yang berhubungan dengan pertumbuhan berat badan balita dengan memperluas sampel dan pengolahan data lebih selektif agar hasil lebih represntatif untuk daerah luas.