Hedi Indra Januar
Pusat Riset Pengolahan Produk dan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan.

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Spektrofotometri terhadap Gugus Fungsi Ekstrak Metanol Rumput Laut Ulva Fasciata Segar dan Kering Matahari. Hedi Indra Januar; Thamrin Wikanta; Emma Hastarini
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 11, No 4 (2005): JPPI Ed Pascapanen
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v11i4.476

Abstract

           Riset ini dilaksanakan untuk mengetahui efek penggunaan sinar matahari sebagai metode preparasi bahan baku terhadap gugus fungsional di dalam ekstrak metanol rumput laut Ulva fasciata. Hasil analisis yang didasarkan pada metode spektrofotometri UV‑Vis menunjukkan bahwa teriadi penurunan absorbansi pada panjang gelombang 240‑270 nm, yang merupakan daerah ikatan rangkap terkonjugasi. Sementara spektrofotometri FT‑IR menunjukkan terjadinya penurunan konsentrasi gugus fungsional yang mempunyai pita pada 1111,25 cm‑1 (C‑0) dan 1406,63 cm‑1 (C=C), serta kenaikan konsentrasi gugus fungsional pada 1639 cm‑1 (C=O) selama 48 jam pengeringan bahan baku. Hasil ini membuktikan bahwa proses pengeringan matahari sebagai metode preparasi sampel sebaiknya dihindarkan pada eksplorasi senyawa alami dari rumput laut Ulva fasciata.
Skrining Senyawa Bioaktif Ekstrak Metanol dari Karang Lunakalcyoniidae. Muhammad Nursid; Ifah Munifah; Hedi Indra Januar
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 11, No 4 (2005): JPPI Ed Pascapanen
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v11i4.474

Abstract

            Skrining senyawa bioaktif ekstrak metanol dari karang lunak familia Alcyoniidae telah dilakukan. Uji hayati dilakukan terhadap ekstrak metanol dari 4 jenis karang lunak yaitu Sinularia leptoclados, Lobophytum pauciflorum, Lobophytum A dan Lobophytum B. Skrining dilakukan dengan menggunakan 3 jenis uji hayati yaitu uji toksisitas metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT), uji sitotoksisitas menggunakan sel kanker HeLa dengan metode uji 3‑[4,5‑dimethylthiazol‑2yl]‑2,5‑diphenyltetrazolium bromide (MTT assay), dan uji antibakteri menggunakan metode agar difusi. Bakteri yang digunakan adalah Escherichia coli, Pseudomonas aeruginosa, Salmonella typhosa, Bacillus subtillis, Staphylococcus aureus dan Streptococcus mutan. Hasil uji BST menunjukkan bahwa ekstrak metanol dari Lobophytum A dan Lobophytum B bersifat toksik dengan LC 50 < 100 ppm. Hasil uji MTT memperlihatkan bahwa Lobophytum B memiliki efek sitotoksik yang paling baik dengan nilai LC 50 sebesar 27,86 ppm. Hasil uji antibakteri menunjukkan bahwa dari 4 jenis karang lunak yang diskrining tidak satupun memiliki aktivitas antibakteri.