Ninoek Indriati
Pusat Riset Pengolahan Produk dan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan.

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Produksi Kitinase dan Kitin Deasetilase dari Vibrio Harveyi. Suyuti Nasran; Farida Ariyani; Ninoek Indriati
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 9, No 5 (2003): JPPI ed pasca panen
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v9i5.464

Abstract

         Penelitian untuk mengetahui potensi Vibrio harveyi sebagai penghasil kitinase dan kitin deasetilase telah dilakukan. Untuk mengetahui kondisi yang diperlukan untuk memproduksi enzim, telah dilakukan percobaan produksi enzim pada pH 6,7, dan 8 dengan 3 tingkatan suhu inkubasi yaitu suhu kamar (28‑31 derajad Celcius), 37 derajad Celcius, dan 47 derajad Celcius selama 5 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Vibrio harveyi dapat memproduksi enzim kitinase dan kitin deasetilase seperti ditunjukkan dari hasil uji daya kitinolitik, walaupun aktivitas enzim yang diperoleh masih rendah. Sama halnya dengan perkembangan jumlah bakteri selama masa produksi enzim, aktivitas enzim kitinase dipengaruhi oleh suhu inkubasi, tetapi tidak oleh pH media. Terdapat perbedaan aktivitas enzim pada inkubasi 37 derajad Celcius selama 5 hari yang mencapai rata‑rata 10,82 x 10‑6 u/ml dibandingkan dengan pada suhu 47 derajad Celcius yang hanya mempunyai aktivitas sebesar 3,56 x 10‑6 u/ml. Sebaliknya, aktivitas enzim kitin deasetilase justru lebih dipengaruhi oleh pH media daripada suhu dan lama inkubasinya. Aktivitas kitin deasetilase rata‑rata pada pH 6,7, dan 8 berturut‑turut adalah 5,6 x 10‑1 u/ml ‑1 3,8 x 10‑5 u/ml, dan 6,0 x 10‑5 U/Ml.
Perkembangan Produksi Histamin Ikan Peda pada Penyimpanan dengan Cara Berbeda. Ninoek Indriati; Suwarno T Sukarto; Sinta Utiya Syah
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 11, No 4 (2005): JPPI Ed Pascapanen
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v11i4.478

Abstract

            Penelitian tentang perkembangan histamin pada ikan peda selama penyimpanan telah dilakukan. Bahan baku peda yaitu ikan kembung (Rastrelliger neglectus) diperoleh dari TPI Pekalongan. Pada pengolahan peda, ikan dicuci bersih (tanpa disiangi), digarami dengan perbandingan 1:1 selama semalam, setelah itu dicud bersih dan dijemur selama 7‑8 jam, kemudian dikemas dalam kotak kayu yang dilapisi kertas semen. Setelah 3 minggu kotak dibuka, ikan dibagi menjadi 3 bagian dan disimpan dengan cara yang berbeda yaitu: dikeringkan lagi kemudian disimpan pada suhu kamar; tidak dikeringkan kemudian disimpan pada suhu kamar; tidak dikeringkan kemudian disimpan pada suhu dingin (5‑10 derajad Celcius). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan histamin tertinggi terdapat pada ikan peda yang disimpan pada suhu kamar tanpa dikeringkan dan terendah pada ikan peda yang disimpan pada suhu dingin tanpa dikeringkan. Kandungan histamin ikan peda selama penyimpanan berkisar antara 3,1‑25,9 mg%.