Rosmawaty Peranginangin
Pusat Riset Pengolahan Produk dan Sosek Kelautan dan Perikanan.

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Observasi Lingkungan Perairan dan Biota Penghasil Biotoksin di Muara Sungai Manggar Besar Kalimantan Timur. Abdul Sari; Jovita Tri Murtini; Rosmawaty Peranginangin
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 10, No 3 (2004): JPPI ed pasca panen
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v10i3.372

Abstract

Observasi biota penghasil biotoksin serta aspek lingkungan di perairan Balikpapan di depan muara sungai Manggar Besar, Kalimantan Timur telah dilakukan. Pengambilan contoh dilakukan bulan Juni, Agustus dan Oktober 2003. Ada 9 stasiun yang diamati, masing‑masing 3 stasiun pertama berjarak 1 mil, 3 stasiun berikutnya berjarak 2 mil, dan 3 stasiun terakhir berjarak 3 mil dari garis pantai terluar. Parameter yang diamati meliputi kondisi fisik perairan, unsur hara air laut, serta jenis dan kelimpahan plankton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi fisik, dan unsur hara perairan di depan Muara Sungai Manggar Besar (Kalimantan Timur), masih cukup baik untuk kehidupan biota. Hal tersebut dapat diperlihatkan dari pertumbuhan plankton yang cukup banyak. Ada beberapa jenis plankton penghasil marine biotoxin yang didapatkan yaitu Chaetoceros, Thalassasiosira, Ceratium dan Protoperinidium. Tingkat kelimpahannya bervariasi dari satu stasiun ke stasiun lain, namun tingkat kelimpahannya masih rendah (belum membahayakan untuk kehidupan biota). Hasil perikanan yang diproduksi juga masih aman untuk dikonsumsi.
Ekstraksi Gelatin dari Kulit Ikan Patin (Pangasius Hypopthalmus) secara Proses Asam. Rosmawaty Peranginangin; Nurul Haq; Widodo Farid Ma'ruf; Arham Rusli
Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 10, No 3 (2004): JPPI ed pasca panen
Publisher : Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jpbkp.v10i3.376

Abstract

Ekstraksi gelatin dari kulit ikan patin (Pangasius hypopthalmus) telah dilakukan dengan perlakuan perendaman kulit dalam asam sitrat dalam berbagai pH yaitu.‑ 2, 3 dan 4 dengan variasi lama perendaman 12, 24 dan 36 jam. Kulit kemudian dicuci sampai pH netral dan gelatin diekstraksi pada suhu 70 dan 90 derajad Celcius selama 2 jam. Filtrat dikeringkan dalam oven suhu 50 derajad Celcius selama 36‑48 jam sehingga diperoleh lembaran gelatin. Penentuan perlakuan yang terbaik untuk ekstraksi gelatin dipilih berdasarkan rendemen, viskositas, kekuatan gel dan pH gelatin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan perendaman dalam asam sitrat pH 3 selama 12 jam, suhu ekstraksi 90 derajad Celcius selama 2 jam memberikan hasil yang terbaik yang diperlihatkan dari rendemen 9,36%, viskositas 10,1 cps, kekuatan gel 202,55 bloom dan pH 6,7.