Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN FAKTOR PEMAPARAN PESTISIDA DENGAN KERACUNAN PESTISIDA PADA PETANI PENYEMPROT MELON DI NGAWI Budiyono -; Nurjazuli -; Heru Prastowo
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia Volume 2. No. 2. Tahun 2005
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7959.886 KB) | DOI: 10.26714/jkmi.2.2.2005.%p

Abstract

Latar belakang: Tanaman melon merupakan tanaman yang rentan terhadap hama penyakit, dan tanaman melon selama hidupnya tidak bisa lepas dengan pestisida. Pada tahun 2001 angka keracunan pestisida pada 320 petani penyemprot melon mencapai 40% keracunan berat, 52% keracunan sedang, 7% keracunan ringan. Tuiuan:untuk mengetahui faktor pemaparan pestisida dengan tingkat keracunan pestisida petani penyemprot melon.Metode: Desain penelitian ini adalah cross sectional dengan jumlah sampel sebesar 44 petani penyemprot melon.Wawancara dilakukan untuk mengetahui faktor pemaparan pestisida yang meliputi pemakaian alat pelindung diri, dosis yang digunakan, merokok saat menyemprot, makan minum waktu istirahat menyemprot, lama menjadi petani penyemprot melon, arah menyemprot, pemakaian obat nyamuk semprot di rumah pada malam hari.Tingkat keracunun diukur dengan memeriksa kadar enzim cholinesterase darah petani penyemprot melon. Hasil dari penelitian ini menunjukkan tingkat keracunan sebesar 35 orang (79,55%), sedangkan yang tidak keracunan atau normal sebanyak 9 orang (20,45%). Simpulan: terdapat hubungan antara pemakaian alat pelindung diri,makan minum waktu istirahat menyemprot dan arah menyemprot terhadap keracunan pestisida. Tidak terdapat hubungan antara lama dan frekuensi menyemprot per minggu, dosis semprot, merokok saat menyemprot, lama menjadi penyemprot terhadapt keracunan pestisida pada petani penyemprot melon.Kata kunci : pemaparan pestisitla, keracunan, penyemprot melon.
ANALISIS MASHLAHAH DALAM STATUS HUKUM PERWALIAN ANAK LUAR NIKAH YANG LAHIR DALAM IKATAN PERNIKAHAN DALAM PERSPEKTIF KHI Prastowo, Heru
TAHKIM Vol. 18 No. 2 (2022): TAHKIM
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/thk.v18i2.2536

Abstract

ANALISIS MASHLAHAH DALAM STATUS HUKUM PERWALIANANAK LUAR NIKAH YANG LAHIR DALAM IKATAN PERNIKAHAN DALAM PERSPEKTIF KHI Heru PrastowoUniversitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah TulungagungEmail: wafabariklana@gmail.com  ABSTRAK Tujuan pernikahan adalah untuk membentuk sebuah keluarga yang bahagia, sejahtera, lahir batin sakinah mawaddah warahmah dunia dan akhirat. Namun dalam kenyataannya untuk mencapai tujuan yang sangat mulia tersebut tidak mudah begitu saja. Tuntutan kehidupan modern serta kemajuan teknologi dengan banyaknya media sosial, menjadi kendala yang signifikan dalam mewujudkan tujuan perkawinan. Karena banyaknya media sosial, selain membawa dampak positif juga harus diakui tetap membawa dampak negatif, diantaranya terjadi hubungan antara pria dan wanita tanpa ada ikatan pernikahan yang sah. Akhirnya banyak terjadi anak yang lahir dari hubungan yang tidak sah tersebut, baik di luar pernikahan maupun didalam pernikahan. Tentunya hal ini akan berimplikasi hukum terhadap status anak dari hubungan yang tidak sah tersebut, baik hukum perwalian maupun waris. Penelitian ini akan membahas tentang analisis mashlahah status hukum perwalian anak luar nikah yang lahir dalam ikatan pernikahan menurut KHI. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Dari penelitian ini dapat diketahui bahwa menurut KHI Pasal 99, anak yang sah adalah anak yang dilahirkan dalam atau akibat perkawinan yang sah. Dari pasal ini dapat diketahui bahwa anak yang lahir dari akibat hubungan yang tidak sah, tapi kalau dilahirkan dalam perkawinan yang sah, maka akan mempunyai hubungan nasab kepada bapaknya (suami ibunya). Pada hakikatnya pendapat dalam KHI tersebut bermuara pada Maqoshid Al-Syari’ah hifdu Al-Nasl, analisis mashlahah dari pendapat KHI adalah untuk menjaga keberlangsungan sebuah rumah tangga, selain itu juga untuk menjaga kehormatan anak (hifdu al irdh), bahwasanya anak terlahir dalam keadaan suci, yang juga membutuhkan status hukum yang jelas dari segi nasab dan perwalian. Kata kunci: Mashlahah, Hukum Perwalian, Anak Luar Nikah