Rizqi Syafrina
Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EFEKTIVITAS BERMAIN “LEGO” UNTUK ENINGKATKAN PERKEMBANGAN KOGNITIF BERPIKIR SIMBOLIK ANAK USIA 4 – 5 TAHUN Rizqi Syafrina; Vivi Endang Adiningsih
MOTIVA: JURNAL PSIKOLOGI Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : LPPM University 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.271 KB) | DOI: 10.31293/mv.v3i1.4797

Abstract

Bermain bagi anak usia dini memiliki banyak manfaat, dimana anak akan merasa bahagia ketika bermain. Selain itu bermain juga dapat membantu anak usia dini dalam mencapai perkembangannya secara maksimal. Santrock (2002) mengatakan permainan merupakan kegiatan yang dilaksanakan untuk kepentingan kegiatan itu sendiri. Anak usia dini menyukai aktivitas bermain, dimana mereka melakukannya dengan senang. Di kota Samarinda ada salah satu tempat kursus yang menawarkan permainan “lego”. Peminat di tempat kursus ini cukup banyak, mereka memiliki banyak cabang di kota-kota besar di Indonesia. Orangtua memiliki harapan mendapatkan manfaat yang positif dengan mengikutkan anak kursus bermain “lego”. Selain itu banyak artikel di media sosial yang menuliskan mengenai manfaat bermain lego, sehingga orangtua memiliki minat untuk mengikutkan anak kursus bermain “lego”.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas bermain “lego” untuk meningkatan perkembangan kognitif berpikir simbolik pada anak usia 4 – 5 tahun. Penelitian ini menggunakan metode Pre Experimental Design atau juga sering dikenal dengan Quasi Experiment. Bentuk rancangan eksperimen yang digunakan adalah The One Group Pretest-posttest Design. Pelaksanaan penelitian ini menggunakan desain kelompok tunggal dengan pretest dan posttest yang dilakukan dengan cara melakukan percobaan terhadap satu kelompok, tanpa menggunakan kelompok pembanding. Subjek penelitian ini adalah anak-anak yang mengikuti kursus “lego” di Robokidz Samarinda sebanyak 4 orang, dengan usia 4-5 tahun. Instrumen pengukuran ini menggunakan lembar observasi perkembangan kognitif berpikir simbolik dan wawancara semi-terstruktur dengan orangtua. Hasil penelitian menunjukkan jika bermain “lego” tidak meningkatkan perkembangan kognitif berpikir simbolik (z = -1.857, p = 0.063) secara siginifikan pada anak usia 4-5 tahun. Namun, modul di Robokidz mampu menjalankan fungsinya untuk meningkatkan perkembangan kognitif berpikir simbolik anak usia 4-5 tahun berdasarkan hasil observasi secara individual pada kelompok eksperimen.