yunda megawati
Jurusan Psikologi, FISIP, University Brawijaya Malang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MENYELAMI KEHIDUPAN ABDI DALEM PURO MANGKUNEGARAN: INSTROSPEKSI DIRI MENURUT MORALISME JAWA DAN KESEJAHTERAAN SUBYEKTIF yunda megawati
MOTIVA: JURNAL PSIKOLOGI Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : LPPM University 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (45.335 KB) | DOI: 10.31293/mv.v4i2.5600

Abstract

Pura Mangkunegaran adalah istana tempat kediaman Sri Paduka Mangkunegara di Surakarta yangmerupakan cagar budaya. Sebagai cagar budaya yang perlu dilestarikan, Puro Mangkunegaranmemiliki nilai-nilai, filosofi dan adat yang memuat moralisme Jawa yang diturunkan dari penguasapendahulu hingga saat ini.kehidupan yang masih melekat pada aktivitas sehari-hari maupunkepribadian. Abdi dalem di lingkungan Pura Mangkunegaran merupakan pemangku adat yang secaratidak langsung menjadi abdi budaya untuk memberi suri tauladan dan benteng bagi tatanan perilakukepada masyarakat luas dalam perkembangan era modernisasi. Penelitian ini merupakan jenispenelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi untuk mengkaji kesejahteraansubyektif dan tingkatan introspeksi diri dalam moralisme Jawa pada kehidupan para abdi dalem PuroMangkunegaran. Responden dalam penelitian ini berjumlah 3 (tiga) orang abdi dalem, yangditentukan berdasarkan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalampenelitian ini adalah wawancara semi terstruktur dan observasi non partisipan. Triangulasi sumbermerupakan metode yang digunakan untuk menguji keabsahan data dalam penelitian ini. Hasilpenelitian menemukan bahwa abdi dalem memiliki tingkatan introspeksi diri mulai dari nandhingsarira, ngukur sarira, tepa sarira, mawas diri dan mulat sarira. Introspeksi diri yangdiimplementasikan oleh abdi dalem tersebut membuat abdi dalem memiliki konsep kesejahteraansubyektif yang diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, yang menggambarkan kesejahteraan daridimensi kognitif maupun afektifnya. Kesejahteraan subyektif yang dimiliki oleh abdi dalem dibentukoleh adanya faktor-faktor jenis kelamin, tujuan, agama dan spiritualitas, kualitas hubungan sosial dankepribadian.