Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

LATAR BELAKANG PENYEBAB TAWURAN PADA REMAJA Diana Imawati
MOTIVA: JURNAL PSIKOLOGI Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : LPPM University 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.42 KB) | DOI: 10.31293/mv.v1i1.3500

Abstract

Tujuan peneliti ini adalah ingin mengetahui penyebab mengapa remaja suka melakukan tawuran. Hasil dari penelitian adalah (1). Terdapat remaja atau anak-anak muda Kayutangi dalam pengelompokan atau gank dan mereka mudah terpancing emosi, (2) . Remaja membawa pisau dan sejenisnya. Ketika polisi tahu mereka pergi ke lokasi yang bersangkutan untuk mengamankan situasi dengan menangkap mereka. Saran-sarannya adalah (1). Untuk menganjurkan keamanan lokal untuk dijaga, (2). Orangtua harus membimbing anak-anak mereka dengan baik dengan memberikan perhatian, nasehat, kontrol, mendampingi dan mencintai mereka, (3). Polisi membuat peta lokasi, (4). Sekolah mengajarkan sikap yang baik (5).Pemerintah membawa keluar kegiatan positif untuk remaja.
ANTARA LAYAR DAN KEBERSAMAAN: PERGULATAN ORANG TUA MILENIAL, PENGASUHAN DEMOKRATIS, GADGET DAN WAKTU BERMAIN ANAK Iin Andriani; Diana Imawati; Naufa Melati Putri
Jurnal Muria Research Guidance and Counseling (MRGC) Vol. 4 No. 2 (2025): JURNAL MURIA RESEARCH GUIDANCE AND COUNSELING OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/mrgc.v4i2.15882

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola asuh demokratis, penggunaan gawai, dan waktu bermain bersama di antara anak-anak prasekolah dalam keluarga milenial. Kebaruan penelitian ini terletak pada fokusnya pada bagaimana pola asuh demokratis, yang dicirikan oleh responsivitas dan keterlibatan orang tua, berinteraksi dengan perilaku digital anak-anak dan aktivitas ikatan keluarga. Analisis data tidak mengungkapkan hubungan yang signifikan antara pola asuh demokratis dan durasi penggunaan gawai, yang menunjukkan bahwa waktu layar anak-anak lebih dipengaruhi oleh kebiasaan digital orang tua dan pola interaksi keluarga. Namun, pola asuh demokratis ditemukan memiliki hubungan yang signifikan dengan jumlah waktu yang dihabiskan orang tua untuk bermain dengan anak-anak mereka. Orang tua dengan gaya pengasuhan demokratis cenderung lebih terlibat, suportif, dan komunikatif, mendorong perkembangan yang seimbang antara aktivitas digital dan fisik. Temuan ini menyoroti pentingnya keterlibatan orang tua dan interaksi keluarga dalam menjaga kesejahteraan psikologis anak-anak dan mempromosikan penggunaan teknologi yang sehat dalam keluarga modern.