Tri Wahyuni Wurdyastuti
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH METODE STORYTELLING TERHADAP KECERDASAN MORAL SISWA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA AL-AZHAR SYIFA BUDI SAMARINDA Tri Wahyuni Wurdyastuti
MOTIVA: JURNAL PSIKOLOGI Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : LPPM University 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.927 KB) | DOI: 10.31293/mv.v1i1.3496

Abstract

Kecerdasan moral merupakan kemampuan individu untuk memahami mana hal yang benar dan yang salah. Pada usia SMP pada dasarnya anak memasuki usia remaja awal, yaitu antara 10-14 tahun, dengan ciri cenderung emosi labil, ambivalensi, serta sedang mencari tokoh panutan atau idola. Peningkatan kecerdasan moral sendiri merupakan salah satu tujuan dari pendidikan di Indonesia, sehingga perlu dikembangkan dengan berbagai metode yang dirasa efektif diantaranya adalah dengan metode storytelling. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui pengaruh metode storytelling terhadap kecerdasan moral siswa di SMP Al Azhar Shifa Budi Samarinda.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain pre- eksperimental tipe one group Pre-test – post-test atau yang disebut juga before – after design. Sampel penelitian adalah siswa SMP Al Azhar Shifa Budi Samarinda berjumlah 60 siswa. Analisis data menggunakan Uji beda paired sample t-Test, yaitu mencari perbedaan untuk sampel berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan kecerdasan moral yang terdiri dari 7 aspek semuanya mengalami kenaikan skor antara pre-test dan post-test. Kenaikan skor antara sebelum dengan sesudah storytelling adalah 896 point atau rata-rata per aspek naik 128 point. Setelah dilakukan storytelling ada peningkatan siswa yang masuk kategori kecerdasan moral tinggi dari 49 siswa menjadi 56 siswa. Artinya ada 7 orang dari kategori sedang menjadi kategori tinggi. Terdapat pengaruh metode Storytelling terhadap kecerdasan moral siswa di Sekolah Menengah Pertama Al Azhar Shifa Budi Samarinda. Hal dibuktikan oleh hasil uji beda yang menyatakan terdapat perbedaan antara kecerdasan moral pre-test dengan kecerdasan moral post-test dengan nilai t yaitu -10,724 dan nilai signifikansinya (P) sebesar 0.000. Perbedaan tersebut bermakna secara statistik yang ditunjukkan dengan peningkatan rata-rata (mean) skor 15,200.