Harimat Hendarwan
Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya dan Pelayanan Kesehatan, Jalan Percetakan Negara No 29, Jakarta 10560, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Pelayanan Neonatal Emergensi Komprehensif di Rumah Sakit PONEK di Indonesia Harimat Hendarwan; Lukman Waris; Tri Siswati
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan (Journal of Research and Development in Health Services)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.453 KB) | DOI: 10.22435/jpppk.v1i2.502

Abstract

Abstrak Angka kematian neonatal dan angka kematian balita di Indonesia masih tinggi. Kasus kegawatdaruratan merupakan penyebab tingginya angka kematian tersebut. Rumah sakit Pelayanan Obstetrik dan Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) 24 jam merupakan rumah sakit rujukan dengan visi mempercepat penurunan angka kematian neonatus dan angka kematian balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pelayanan neonatal emergensi pada rumah sakit PONEK 24 jam di Indonesia. Penelitian didesain dengan pendekatan mix method yaitu pembauran antara studi kuantitatif dan kualitatif. Studi kuantitatif adalah cross sectional dan studi kualitatif adalah Rapid Assesment Procedure yang dilakukan pada tahun 2014. Penelitian dilakukan di rumah sakit di Indonesia dengan kriteria rumah sakit PONEK 24 jam, telah menerima sosialisasi tentang PONEK, dipilih secara random di 7 provinsi di Indonesia masing-masing 2 rumah sakit tiap provinsi. Berdasarkan kriteria tersebut sebanyak 14 rumah sakit diobservasi dalam penelitian ini. Data kuantitatif yang dikumpulkan meliputi pelayanan klinis, manajemen, sarana dan prasarana, ketenagaan dan pendanaan. Data dikumpulkan dengan cara observasi, telaah dokumen dan wawancara. Data kualitatif yang dikumpulkan meliputi proses, hambatan, dan keberhasilan PONEK dengan cara indepth interview dengan informan kunci direktur rumah sakit, ketua komite medik dan dokter spesialis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar rumah sakit telah melaksanakan pelayanan neonatal emergensi 24 jam, KMC dan aksesibilitas darah yang memadai. Pelayanan neonatal emergensi telah didukung dengan jenis tenaga profesional, komitmen direktur rumah sakit yang tinggi, MoU dengan IDI, kerjasama dengan NGO serta ruangan, sarana dan prasarana yang memadai. Keberhasilan rumah sakit PONEK 24 jam didukung oleh kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan layanan rumahsakit. Namun di beberapa rumah sakit kurangnya tenaga terlatih, jumlah tenaga, tidak ada tim, sarana dan prasarana serta ruangan menjadi alasan rumah sakit tidak melaksanakan PONEK. Kesimpulan: beberapa rumah sakit telah melaksanakan pelayanan neonatal emergensi komprehensif 24 jam, namun masih perlu mendapat perhatian dalam hal pelatihan dan jumlah tenaga, biaya, sarana dan prasarana serta ruangan yang memadai. Kata kunci: neonatal, emergensi, rumah sakit, rujukan Abstract Neonatal under-five mortality rate in Indonesia was still high, while the emergency cases were the most of its causes. Emergency neonatal care (EmNC) hospital was a referral provider to accelerate decline in neonatal and under-five mortality. This research aimed to observe the implementation of emergency neonatal services at referal hospitals in Indonesia. This study was a cross sectional study with quantitative and qualitative design. The study was conducted in all of referal hospital in Indonesia with criterian socialized emergency neonatal care. Based on these criteria as many as 14 hospitals in 7 provinces were observed in this study. The quantitative data collected includes clinical services, management, facilities and infrastructure, manpower and funding. Data were collected by observation, document review and interview. The qualitative were collected including the process, constraints, and attainment of emergencies services by indepth interviews to directors, medical committee heads, and specialists as informants. The results show that most hospitals provided 24-hour emergency neonatal services, KMC and adequate blood accessibility. Emergency neonatal care has been supported by professionals (i.e doctor, obsgyn, anaesthetician, etc), commitment of hospital director, MoU with IDI and NGOs. The attainment of emergency neonatal care was supported by public awareness to utilize hospital services. Skilled physician, room, essensial supplies and equipment for performing certain emergency neonatal care functions were not available in several surveyed hospital. Some hospitals have implemented comprehensive emergency neonatal care, but still need number of skilled pshycisian, budget facilities, supplies and equipment. Keywords: neonatal, emergency, hospital, referal system
Evaluasi Penyelenggaraan Pendidikan DIII Kebidanan di 5 Provinsi Wilayah Binaan GAVI Rosita Rosita; Harimat Hendarwan; Mieska Despitasari
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan (Journal of Research and Development in Health Services)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.419 KB) | DOI: 10.22435/jpppk.v1i2.510

Abstract

Abstrak Kualitas pendidikan tenaga kesehatan yang belum merata salah satu masalah sumber daya manusia kesehatan di Indonesia. Bidan adalah tenaga kesehatan yang menempuh pendidikan kebidanan di institusi DIII kebidanan. Institusi kebidanan dituntut mampu menghasilkan bidan yang berkualitas dan kompeten sebagai pemberi layanan kesehatan ibu dan anak. Global Alliance Vaccines and Immunization (GAVI) sebagai organisasi internasional mendorong dilakukannya penelitian pendidikan DIII kebidanan di Indonesia. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan gambaran penyelenggaraan pendidikan DIII kebidanan melalui pendekatan sistem input, proses, dan output. Penelitian menggunakan desain potong lintang dengan pendekatan kuantitatif yang dilaksanakan di 18 institusi pendidikan DIII kebidanan di 5 provinsi, yaitu Jawa Barat, Banten, Sulawesi Selatan, Papua Barat, dan Papua pada tahun 2013. Analisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menggambarkan adanya perbedaan baik pada input, proses, maupun output antar institusi pendidikan menurut wilayah maupun kepemilikan institusi. Terdapat perbedaan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa menurut wilayah dan provinsi (p<0,05). Terdapat perbedaan pengetahuan mahasiswa di institusi pendidikan DIII kebidanan berdasarkan kepemilikan institusi. Tidak terdapat perbedaan keterampilan mahasiswa di institusi pendidikan DIII kebidanan milik pemerintah dan swasta (p=0,062). Perlu peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan DIII kebidanan agar menghasilkan lulusan yang kompeten berbasis wilayah dan kepemilikan institusi pendidikan DIII kebidanan. Kata kunci: pendidikan vokasi, kebidanan, GAVI Abstract The unequality in health workers education quality is one of human resources for health’s problems in Indonesia. Ones who want to become a midwife should attend midwifery education. Diploma III (vocational) midwifery education institution as an education provider of midwifery must produce qualified and competent midwives that will perform their function as maternal and child health (MCH) care provider. The Global Alliance Vaccines and Immunization (GAVI) as an international organization that focuses on the MCH programs in Indonesia, encourages research aiming to describe implementation of Diploma III midwifery education through a system approach (input, process and output). This is a cross-sectional study with quantitative approach that was held in 18 Diploma III midwifery education institution which were spread in 5 provinces: West Java, Banten, South Sulawesi, West Papua and Papua in 2013. The analysis used were chi-square test. The results described differences either on input, process, and output among educational institutions by region and institutional ownership. There was a difference of students’ knowledge and skill by region and province (p <0,05). There was also a difference of the students’ knowledge in midwifery education institution based on institutional ownership. There were no differences in student skills between public and private educational institution (p = 0,062). It is necessary to improve the quality of DIII midwifery education in order to produce competent graduates based on the region and the ownership. Keywords : vocational education, midwifery, GAVI