Nofithasin A. Masae
Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Nusa Cendana

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS ANEMIA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PASIR PANJANG, KOTA KUPANG PROPINSI NUSA TENGGARA TIMUR Nofithasin A. Masae; Utma Aspatria; Rut R. Riwu
Jurnal Pangan Gizi dan Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2022): Jurnal Pangan Gizi dan Kesehatan
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51556/ejpazih.v11i1.182

Abstract

Kematian ibu didefinisikan sebagai kematian yang terjadi saat masa kehamilan atau dalam kurun waktu 42 hari setelah persalinan. Angka Kematian Ibu (AKI) di suatu bangsa menggambarkan status gizi, kesehatan ibu, tingkat pelayanan kesehatan terutama bagi ibu hamil, ibu melahirkan, serta ibu nifas. Angka Kematian Ibu (AKI) saat ini masih jauh dari target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (SDGs) yakni 70 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2030. Di Indonesia, Angka Kematian Ibu (AKI) masih tergolong tinggi. Meskipun telah banyak upaya yang dilakukan oleh pemerintah, AKI belum turun secara signifikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan status anemia ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Pasir Panjang tahun 2019. Jenis penelitian yang digunakan adalah bersifat analitik dan dipakai rancangan penelitian cross sectional study. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang diberikan suplemen zat besi di Puskesmas Pasir Panjang. Sampel dalam penelitian ini adalah 70 orang ibu hamil yang bertempat tinggal di wilayah kerja Puskesmas Pasir Panjang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan ibu hamil berada pada kategori baik (72,9%), tingkat kepatuhan konsumsi tablet besi paling banyak berada pada kategori patuh (61,4%), tingkat asupan protein paling banyak berada pada kategori baik (64,3%), tingkat asupan zat besi paling banyak berada pada kategori baik (72,9%) dan tingkat asupan vitamin C paling banyak berada pada kategori kurang (55,7%). Data kemudian dianalisis menggunakan uji Chi Square dan menunjukkan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu hamil tentang zat besi, kepatuhan konsumsi tablet besi dan asupan protein, zat besi dan vitamin C dengan status anemia ibu hamil.