Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Fecal alpha-1 antitrypsin concentration in protein-losing enteropathies caused by Rotavirus and enteropathogenic bacteria infection D. Aulia; I. S. Timan; A. Firmansyah
Paediatrica Indonesiana Vol 49 No 6 (2009): November 2009
Publisher : Indonesian Pediatric Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.475 KB) | DOI: 10.14238/pi49.6.2009.315-21

Abstract

Background An increase in protein loss through the intestinallumen is commonly found in children with intestinal inflammation. Measurement of fecal alpha-1 antitrypsin (FAA T) concentration has been used to detect the loss of protein through the digestive system. FAAT concentration increases in diarrhea patients due to Rotavirus, Adenovirus, Shigella, Enterotoxigenic E. coli (ETEC), and Salmonella infection.Objective To determine the relationship between types ofpathogen, acute diarrhea, and alpha-1 antitrypsin concentrationin children with acute diarrhea caused by Rotavirus andenteropathogenic infection.Methods Descriptive statistics and proportion difference betweenthe two non-related groups were used to assess the proportion ofprotein-losing enteropathy (PLE) in children with acute diarrheaand was analyzed using chi square test.Results In this study, PLE group comprised 25% (24/95) subjectswithout unknown cause of diarrhea, 50% (4 7 /95) had one typeof pathogen, and in 23% (22/95) subjects had 2 or more types of pathogens. The most common pathogen found in PLE group was Rotavirus, found in67 (53%) subjects and E. coli in 41 (33%) subjects. In non-PLE group, we also found similar pathogen pattern. The mean alpha-1 antitrypsin (AAT) concentration in acute diarrhea group due to Rotavirus infection was significantly higher (P= 0.003) compared to acute diarrhea groups caused by non-Rotavirus infection. The mean AAT concentration in acute diarrhea group due to E. coli infection did not differ significantly (P= 0.735) compared to acute diarrhea group caused by non-E. coli infection.Conclusion Rotavirus was a more significant cause of PLEcompared to E.coli.
Dampak Digitalisasi dan Proses kewirausahaan terhadap Produk Kacang Tanah di Desa Anabanua Kabupaten Barru Hatidja, St.; Jamaluddin; Gunawan; Syarifuddin; A. Firmansyah; Nurfatma
Celebes Journal of Community Services Vol. 4 No. 2 (2025): June - November
Publisher : STIE Amkop Makassar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Digitalisasi kewirausahaan sangat penting untuk meningkatkan daya saing usaha kecil dan menengah di sektor agroindustri berbasis kacang tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak implementasi teknologi digital terhadap proses kewirausahaan kacang tanah, mulai dari pengolahan produk hingga pemasaran daring. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara dengan pemilik usaha, observasi lapangan, dan tinjauan pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi dapat meningkatkan efisiensi produksi sederhana yang terintegrasi dengan sistem digital, memperluas akses pasar melalui media sosial dan marketplace, serta mendorong terciptanya nilai tambah bagi produk olahan kacang tanah. Hal ini memberikan peluang untuk meningkatkan pendapatan desa dan wirausahawan, sehingga memungkinkan mereka mengembangkan produk dan teknologi. Tantangan utama yang dihadapi adalah terbatasnya akses internet pedesaan, rendahnya keterampilan digital di antara beberapa wirausahawan, dan perlunya modal awal untuk menerapkan teknologi dalam proses pengolahan kacang tanah. Hal ini telah berdampak positif terhadap penguatan ekonomi lokal dan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa Anabanua di Kabupaten Barru. Dukungan dari pelatihan dan kebijakan dari pemerintah dan lembaga UMKM sangat dibutuhkan.