Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENYULUHAN TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI TERHADAP SIKAP MENGHADAPI MENOPAUSE Endang Khoirunnisa; Rochayati Rochayati
Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) Vol 4, No 1: Maret 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan AKBIDYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36307/jik.v4i1.17

Abstract

Latar Belakang: Seiring dengan peningkatan usia, banyak proses perkembangan dan pertumbuhan pada manu-sia. Perubahan tersebut paling banyak terjadi pada wanita karena proses penuaan disebut fase pre-menopause. Tiga dari 10 wanita yang berusia 40-50 tahun di Desa Awu-awu, Ngombol, Purworejo mengatakan menstruasi tidak teratur, 2 wanita mengatakan menstruasi teratur namun jumlah darah yang keluar berkurang dan mereka belum mengetahui proses yang mereka alami adalah fisiologis. Tujuan: Mengetahui pengaruh penyuluhan tentang kesehatan reproduksi terhadap sikap menghadapi menopause pada wanita usia 40-50 tahun. Metode: penelitian ini mengunakan pendekatan pre-experimental design dengan rancangan one group pretest posttest. Intervensi berupa penyuluhan tentang kesehatan reproduksi. Jumlah populasi 54 wanita berusia 40-50 tahun dan semua diambil sebagai sampel penelitian. analisa paired t test. Hasil: Sikap positif menghadapi menopause wanita usia 40-50 tahun sebelum diberi penyuluhan sebanyak 53,7% dan setelah diberi penyuluhan sebanyak 81,5%. Hal ini mengalami peningkatan wanita yang memiliki sikap positif sebanyak 27,8% Simpulan: Ada pengaruh penyuluhan tentang kesehatan reproduksi terhadap sikap mengahadapi menopause pada wanita usia 40-50 tahun.
PENYULUHAN TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI TERHADAP SIKAP MENGHADAPI MENOPAUSE Endang Khoirunnisa; Rochayati Rochayati
Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) Vol 4, No 1: Maret 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan AKBIDYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.751 KB) | DOI: 10.36307/jik.v4i1.17

Abstract

Latar Belakang: Seiring dengan peningkatan usia, banyak proses perkembangan dan pertumbuhan pada manu-sia. Perubahan tersebut paling banyak terjadi pada wanita karena proses penuaan disebut fase pre-menopause. Tiga dari 10 wanita yang berusia 40-50 tahun di Desa Awu-awu, Ngombol, Purworejo mengatakan menstruasi tidak teratur, 2 wanita mengatakan menstruasi teratur namun jumlah darah yang keluar berkurang dan mereka belum mengetahui proses yang mereka alami adalah fisiologis. Tujuan: Mengetahui pengaruh penyuluhan tentang kesehatan reproduksi terhadap sikap menghadapi menopause pada wanita usia 40-50 tahun. Metode: penelitian ini mengunakan pendekatan pre-experimental design dengan rancangan one group pretest posttest. Intervensi berupa penyuluhan tentang kesehatan reproduksi. Jumlah populasi 54 wanita berusia 40-50 tahun dan semua diambil sebagai sampel penelitian. analisa paired t test. Hasil: Sikap positif menghadapi menopause wanita usia 40-50 tahun sebelum diberi penyuluhan sebanyak 53,7% dan setelah diberi penyuluhan sebanyak 81,5%. Hal ini mengalami peningkatan wanita yang memiliki sikap positif sebanyak 27,8% Simpulan: Ada pengaruh penyuluhan tentang kesehatan reproduksi terhadap sikap mengahadapi menopause pada wanita usia 40-50 tahun.
The Relationship between Partner Support and the Choice of Long-Term Contraception in New KB Acceptors at the Lamunti Community Health Center UPT Rochayati Rochayati; Reny Retnaningsih
Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF) Vol. 3 No. 2 (2025): April : Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF)
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/jrikuf.v3i2.1017

Abstract

The use of long-acting contraceptive methods (MKJP) is an important strategy for reducing unintendedpregnancies and improving maternal and family health. However, contraceptive method choice is influenced notonly by individual factors but also by interpersonal factors within the family, particularly partner support. Thisstudy aims to analyze the relationship between partner support and long-acting contraceptive choice among newfamily planning acceptors at the Lamunti Community Health Center (UPT). This study used a quantitative,observational, and analytic design with a cross-sectional approach. The study was conducted at the LamuntiCommunity Health Center (Puskesmas) in May–June 2025. The study population was all new family planningacceptors who received family planning services during the study period. The sampling technique used totalsampling with 30 respondents. Partner support was measured using a structured questionnaire based on a Likertscale that included emotional, informational, instrumental support, approval, and involvement in decision-making.Data on contraceptive choice were obtained from family planning service records. Data were analyzed univariatelyand bivariately. The results showed that all respondents had a high level of partner support and all new familyplanning acceptors chose long-term contraceptive methods. The implant method was the most commonly chosenmethod, followed by the IUD. The lack of data variation in both variables prevented inferential statistical testsfrom being conducted. In conclusion, partner support plays a crucial role in creating a conducive environment forlong-term contraceptive choice. These findings emphasize the importance of a partner-based family planningcounseling approach in primary health care to improve the quality and sustainability of contraceptive use.