Ameliana Pratiwi
Ikatan Sarjana Kesehatan Masyarakat Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENERIMAAN MASYARAKAT TERHADAP LARVASIDA ALAMI Pratiwi, Ameliana
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 8, No 1 (2012)
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan insektisida khusunya larvasida kimia sintetik meninggalkan residu yang berdampak negatif bagi lingkungan, sehingga dikembangkan penelitian larvasida alami untuk menekan dampak negatif larvasida kimia. Penelitian tentang larvasida sebelumnya telah banyak dilakukan dilaboratorium namun penerapan dimasyarakat belum dilakukan. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran penerimaan masyarakat terhadap larvasida serai. Penelitian dilakukan di Kota Semarang pada tahun 2011, dengan desain deskriptif study ini melibatkan 25 responden sebagai penilai untuk menilai penerimaan larvasida serai dalam aspek tampilan (warna dan bau), kemudahan penggunaan, penerapan di tempat perkembangbiakan nyamuk, dan ketersediaan bahan larvasida.  Dianalisis dengan metode deskriptif presentase. Ekstrak berpotensi untuk diterima di masyarakat sebagai larvasida, karena memiliki bau yang disukai oleh masyarakat dan ketersediaan bahan yang cukup melimpah di alam. Namun keraguan masyarakat untuk menerima ekstrak serai sebagai larvasida dikarenakan proses penggunaannya berkaitan dengan penggunaan air bersih untuk keperluan sehari-hari. Sehingga mengurangi minat masyarakat dan lebih cenderung untuk lebih memilih menguras bak mandi daripada menggunakan larvasida. The use of synthetic chemical insecticides especially larvacide leave residues that have a negative impact on the environment, so the natural larvacide research was developed to reduce the negative impact of chemical larvacide. Research on larvacide laboratory has previously done in the community, but the application has not been done. This study aims to reveal the public acceptance of larvacide lemongrass. Study design was descriptive study involving 25 respondents as assessor for acceptance larvacide lemongrass display aspect (color and odor), ease of use, application in mosquito breeding sites, and the availability of materials larvacide.  Analyzed with descriptive method percentage. Extract the potential to be accepted in society as larvacide, because it has the smell is liked by the community and the availability of materials are relatively abundant in nature. But doubts the public to accept as lemongrass extract larvacide use due process associated with the use of clean water for daily use. Thereby reducing the interest of the community and are more likely to prefer the bathtub drain instead of using larvacide.
PENERIMAAN MASYARAKAT TERHADAP LARVASIDA ALAMI Pratiwi, Ameliana
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 8, No 1 (2012)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v8i1.2817

Abstract

Penggunaan insektisida khusunya larvasida kimia sintetik meninggalkan residu yang berdampak negatif bagi lingkungan, sehingga dikembangkan penelitian larvasida alami untuk menekan dampak negatif larvasida kimia. Penelitian tentang larvasida sebelumnya telah banyak dilakukan dilaboratorium namun penerapan dimasyarakat belum dilakukan. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran penerimaan masyarakat terhadap larvasida serai. Penelitian dilakukan di Kota Semarang pada tahun 2011, dengan desain deskriptif study ini melibatkan 25 responden sebagai penilai untuk menilai penerimaan larvasida serai dalam aspek tampilan (warna dan bau), kemudahan penggunaan, penerapan di tempat perkembangbiakan nyamuk, dan ketersediaan bahan larvasida.  Dianalisis dengan metode deskriptif presentase. Ekstrak berpotensi untuk diterima di masyarakat sebagai larvasida, karena memiliki bau yang disukai oleh masyarakat dan ketersediaan bahan yang cukup melimpah di alam. Namun keraguan masyarakat untuk menerima ekstrak serai sebagai larvasida dikarenakan proses penggunaannya berkaitan dengan penggunaan air bersih untuk keperluan sehari-hari. Sehingga mengurangi minat masyarakat dan lebih cenderung untuk lebih memilih menguras bak mandi daripada menggunakan larvasida. The use of synthetic chemical insecticides especially larvacide leave residues that have a negative impact on the environment, so the natural larvacide research was developed to reduce the negative impact of chemical larvacide. Research on larvacide laboratory has previously done in the community, but the application has not been done. This study aims to reveal the public acceptance of larvacide lemongrass. Study design was descriptive study involving 25 respondents as assessor for acceptance larvacide lemongrass display aspect (color and odor), ease of use, application in mosquito breeding sites, and the availability of materials larvacide.  Analyzed with descriptive method percentage. Extract the potential to be accepted in society as larvacide, because it has the smell is liked by the community and the availability of materials are relatively abundant in nature. But doubts the public to accept as lemongrass extract larvacide use due process associated with the use of clean water for daily use. Thereby reducing the interest of the community and are more likely to prefer the bathtub drain instead of using larvacide.
STUDI DESKRIPTIF PENERIMAAN MASYARAKAT TERHADAP LARVASIDA ALAMI Pratiwi, Ameliana
Unnes Journal of Public Health Vol 3 No 2 (2014): Unnes Journal of Public Health
Publisher : Universitas Negeri Semarang in cooperation with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.74 KB) | DOI: 10.15294/ujph.v3i2.3482

Abstract

Penelitian dengan desain Deskriptif study ini melibatkan 25 responden sebagai penilai untuk menilai penerimaan larvasida serai dalam aspek tampilan (warna dan bau), kemudahan penggunaan, penerapan di tempat perkembangbiakan nyamuk, dan ketersediaan bahan larvasida.  Dianalisis dengan metode deskriptif presentase.Ekstrak berpotensi untuk diterima di masyarakat sebagai larvasida, karena memiliki bau yang disukai oleh masyarakat dan ketersediaan bahan yang cukup melimpah di alam. Namun keraguan masyarakat untuk menerima ekstrak serai sebagai larvasida dikarenakan proses penggunaannya berkaitan dengan penggunaan air bersih untuk keperluan sehari-hari. Sehingga mengurangi minat masyarakat dan lebih cenderung untuk lebih memilih menguras bak mandi daripada menggunakan larvasida. Saran bagi instansi kesehatan agar dapat melakukan sosialisasi tentang larvasida serai pada masyarakat agar larvasida serai dapat lebih dikenal, dan manfaatnya dapat digunakan secara luas. Sebaiknya dilakukan penelitian tentang aplikasi larvasida serai dengan bentuk yang lebih praktis, efektifitas tinggi, dan tidak menimbulkan bau dan warna yang mencolok sehingga masyarakat lebih berminat untuk menggunakkannya