Risah Mursih
Fakultas Seni Pertunjukkan, Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

TUBUH PEREMPUAN DALAM SENI PERTUNJUKAN STUDY KASUS TARI ANGGUK PUTRI SRIPANGLARAS Risah Mursih
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 1, No 1 (2018): DESEMBER 2018
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v1i1.278

Abstract

Tari Angguk Sripanglaras dari Kabupaten Kulonprogo merupakan transformasi Angguk putra yang awalnya berfungsi sebagai bagian dari ritual agama, kini berfungsi menjadi hiburan. Perubahan fungsi Angguk sebagai hiburan ditandai dengan perubahan pada pelaku pertunjukan dan bentuk pertunjukan. Dengan ditarikan oleh penari perempuan, Angguk Putri Sripanglaras menjadi sebuah pertunjukan yang populer dan diminati oleh penonton yang didominasi oleh kaum laki-laki. Pendekatan penelitian yang dipilih adalah pendekatan gender. Dari perubahan bentuk pertunjukan, daya tarik Angguk Sripanglaras sangat kuat pada tubuh penari, yaitu tubuh perempuan. Pencitraan secara kultural ditunjukkan melalui tubuh perempuan. Dari pendekatan di atas diperoleh kesimpulan bahwa Angguk berfokus pada tubuh perempuan yang berkaitan langsung dengan inderawi. Penampilan utuh hasil paduan wajah cantik dengan ekspresi penuh senyum, lirikan mata, dengan balutan busana celana pendek ketat (hot-pants) ditambah gerak-gerak kekirig, goyang ngebor, megol, maka lengkaplah sudah bahwa perempuanlah yang membuat ketertarikan para penonton dalam sajian Angguk putri Sripanglaras.Angguk Sripanglaras dance from Kulonprogo is an angguk putra transformation which initially functions as part of religious rituals, now serves as entertainment. Angguk function is changed as entertainment are marked by changes in the performer and the form of the show. By being danced by female dancers, Angguk Putri Sripanglaras became a popular and dominated by male audience. The research approach chosen was a gender approach. From changes in the form of performances, the attraction of Angguk Sripanglaras is very strong on the dancer's body, namely the female body. Cultural imaging is shown through the female body. From the above approach, it can be concluded that Angguk focuses on the female body which is directly related to the senses. The full appearance of the combination of a beautiful face with an expression full of smiles, eye glances, wrapped in tight shorts (hot-pants) plus kekirig movements, ngebor dance, megol, then it's complete that women are the ones who attract the audience in Angguk Putri Sripanglaras.