Malik Hasanudin Aulia
Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ASPEK DOMINASI DAN NEGOSIASI DALAM KOLABORASI INTERPRETASI MUSIKAL DUET GITAR LIFA DAN GABBY Malik Hasanudin Aulia
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 4, No 1 (2021): JUNI 2021
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v4i1.963

Abstract

Gitar klasik pada dasarnya merupakan instrumen musik yang dimainkan secara solo. Namun, karena beberapa faktor seperti demam panggung, kurang percaya diri, dan kerumitan repertoarnya membuat beberapa gitaris klasik lebih memilih untuk bermain ensambel dengan format duet gitar. Interpretasi musikal yang digunakan dalam bermain solo dan ensambel berbeda. Di dalam pertunjukan solo, interpretasi musikal biasanya dilakukan secara mandiri atau mendapatkan bimbingan dari gurunya. Namun, di dalam duet gitar terjadi kolaborasi dalam interpretasi musikalnya. Penelitian ini menyoroti pada proses interpretasi musikal duet gitar dari dua orang mahasiswi gitar klasik di Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Metode penelitian dilakukan dengan pengamatan tidak terlibat terhadap proses berlatih hingga pertunjukan musik dilakukan. Pengamatan juga dilakukan pada dokumen partitur repertoar yang mereka mainkan. Hasilnya adalah terjadi kolaborasi di antara kedua pemain gitar klasik tersebut dan adanya pengaruh dari guru gitar mereka. Kolaborasi yang terjadi adalah adanya dominasi dan negosiasi di antara kedua pemain dan gurunya. Sedangkan dominasi terkuat dalam kasus ini adalah arahan dari gurunya.
ASPEK DOMINASI DAN NEGOSIASI DALAM KOLABORASI INTERPRETASI MUSIKAL DUET GITAR LIFA DAN GABBY Malik Hasanudin Aulia
DESKOVI : Art and Design Journal Vol. 4 No. 1 (2021): JUNI 2021
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v4i1.963

Abstract

Gitar klasik pada dasarnya merupakan instrumen musik yang dimainkan secara solo. Namun, karena beberapa faktor seperti demam panggung, kurang percaya diri, dan kerumitan repertoarnya membuat beberapa gitaris klasik lebih memilih untuk bermain ensambel dengan format duet gitar. Interpretasi musikal yang digunakan dalam bermain solo dan ensambel berbeda. Di dalam pertunjukan solo, interpretasi musikal biasanya dilakukan secara mandiri atau mendapatkan bimbingan dari gurunya. Namun, di dalam duet gitar terjadi kolaborasi dalam interpretasi musikalnya. Penelitian ini menyoroti pada proses interpretasi musikal duet gitar dari dua orang mahasiswi gitar klasik di Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Metode penelitian dilakukan dengan pengamatan tidak terlibat terhadap proses berlatih hingga pertunjukan musik dilakukan. Pengamatan juga dilakukan pada dokumen partitur repertoar yang mereka mainkan. Hasilnya adalah terjadi kolaborasi di antara kedua pemain gitar klasik tersebut dan adanya pengaruh dari guru gitar mereka. Kolaborasi yang terjadi adalah adanya dominasi dan negosiasi di antara kedua pemain dan gurunya. Sedangkan dominasi terkuat dalam kasus ini adalah arahan dari gurunya.