Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Journal of Applied Agricultural Science and Technology

Analisa Ekonomi dan Uji Kinerja pada Mesin Pencacah Daun dan Ranting Gambir Tipe Roller Rafi Sarif; Muhammad Ibnu Afif; Gilang Ramadhan; Hendra Hendra; Irzal Irzal; Irwan Anas; Musdar Effy Djinis
Jurnal Ilmu dan Teknologi Terapan Pertanian Vol 2 No 1 (2018): Journal of Applied Agricultural Science and Technology
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jaast.v2i1.12

Abstract

Gambir merupakan komoditi ekspor unggulan dari daerah Sumatera Barat. Hampir 90%ekspor gambir Indonesia berasal dari daerah Sumatera Barat. pengolahan gambir di SumateraBarat terdiri dari 6 tahapan, yaitu ; perebusan, pengempaan, pengendapan, penirisan,pencetakan, dan pengeringan. Dari keenam tahap operasi tersebut, pengempaan merupakantahap operasi yang paling berat. Hal ini disebabkan karena pada cara pengolahan gambir diSumatera Barat pengeluaran getah gambir atau ekstrak dititik beratkan pada tahappengempaan. Mesin penggiling daun dan ranting gambir digunakan untuk melakukan prosespengolahan gambir. Mempunyai kinerja yang cukup baik, namun masih terdapat kekuranganyaitu kurang kuatnya kontruksi rangka dalam menahan getaran pada saat mesindioperasikan,untuk itu dilakukan modifikasi dan melengkapi kembali mesin penggiling daundan ranting gambir. Mesin penggiling ranting daun gambir dilakukan modifikasi denganmerombak dan menambah kerangka utama yang bertujuan untuk meningkatkan hasil gambir,mengurangi penggunaan tenaga kerja dan waktu pengolahan yang lebih singkat. Mesinpenggiling ranting daun gambir dilakukan modifikasi dengan merombak dan menambahkerangka utama. Kerangka terbuat dari besi siku berukuran 60 mm x 60 mm. Panjang rangka 120cm dan lebar 110cm. Hasil uji kinerja mesin didapatkan kapasitas optimal penggilingangambir sebesar 8,45Kg/jam.Hasil analisa ekonomi operasional mesing penggiling ranting dandaun gambir didapatkan biaya pokok sebesar Rp. 1.739,8/Kg , BEP akan tercapai padaproduksi 2.247,6 Kg/tahun atau 6,49 kg/ hari.
Rancang Bangun Mesin Pengupas Dan Pencuci Singkong Tipe Horizontal Olla Ona Oktarian Womsiwor; Nurmaini Nurmaini; Afdal Zikri; Hendra Hendra; Amrizal Amrizal; Yudistira Yudistira; Fanny Yuliana Batubara
Jurnal Ilmu dan Teknologi Terapan Pertanian Vol 2 No 2 (2018): Journal of Applied Agricultural Science and Technology
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jaast.v2i2.40

Abstract

Singkong merupakan makanan pokok ketiga setelah padi dan jagung bagi masyarakat indonesia. Tanaman ini dapat tumbuh sepanjang tahun di daerah tropis dan memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap kondisi berbagai tanah. Pada tahun 2011 produksi singkong di Indonesia mencapai 24.044.025 ton, sedangkan pada tahun 2012 meningkat menjadi 24.177.327 ton. Salah satu olahan pangan yang berasal dari singkong adalah keripik singkong. Keripik adalah jenis makanan yang sudah dikenal masyarakat indonesia, baik yang bersifat tradisonal maupun yang sudah berskala industri. Proses pengolahan singkong dimulai dengan proses pengupasan kulit dari singkong tersebut. Proses ini biasa dilakukan dengan cara tradisional. Cara ini mempunyai kelemahan yaitu: resiko kecelakan kerja yang tinggi, kapasitas yang kecil dan membutuhkan waktu yang lama. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membuat mesin pengupas dan pencuci singkong tipe silinder horizontal. Penelitian ini menghasilkan mesin pencuci dan pengupas kulit singkong dengan memiliki spesifikasi dimensi panjang 146 cm, lebar 113 cm dan tinggi 128 cm. Silinder mempunyai panjang 100 cm dan diameter 60 cm. Uji kinerja dan analisa ekonomi mesin memperlihatkan kapasitas sebesar 310 kg/jam, biaya pokok Rp. 45 kg/jam dan BEP (Break Even Point) sebesar 202.710 kg/tahun.
ANALISA SISTEM PEMINDAI 3D BERBASIS KINECT TECHNOLOGY PADA KOMPONEN MESIN PERTANIAN Hendra Hendra
Jurnal Ilmu dan Teknologi Terapan Pertanian Vol 3 No 1 (2019): Journal of Applied Agricultural Science and Technology
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jaast.v3i1.103

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisa terhadap sistem pemindai 3D untuk komponen mesin peralatan pertanian menggunakan teknologi kinect. Pemanfaat teknologi kinect ini diharapkan mampu memindai dan mengambil gambar komponen-komponen mesin pertanian secara 3D. Analisa yang digunakan adalah untuk mengetahui tingkat akurasi kinect dalam memindai komponen mesin pertanian. Pemindai 3D ini menggunakan teknologi kinect sebagai sesor utama. Kinect terdiri dari sensor infra red, sensor depth image coms dan sensor color image CMOS. Semua sensor kinect memindai obyek secara 3D dan kemudian diproses oleh processor kinect. Hasil proses tersebut dilanjutkan ke perangkat lunak pada pemroses data sehingga mengasilkan file hasil pemindaian dalam bentuk 3D. Hasil pengujian pada komponen dengan ukuran yang berbeda-beda menunjukan bahwa komponen dengan ukuran dibawah diameter 7,5 dan tinggi 10 cm tidak mampu dipindai. Komponen dengan ukuran diatas diameter 10 cm dan tinggi 15 cm dapat dipindai dengan akurasi yang cukup baik.
Design and Performance Test of Rubber Grinding Machine Sri Aulia Novita; Hendra Hendra; Jamaluddin Jamaluddin; Muhammad Makky; Khandra Fahmi
Jurnal Ilmu dan Teknologi Terapan Pertanian Vol 3 No 2 (2019): Journal of Applied Agricultural Science and Technology
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jaast.v3i2.112

Abstract

The quality of rubber processed materials, that is produced by the farmer is generally low and can be seen from their colour, pollutants levels, foul odour and the very cheap price. To improve the quality of the rubber should be done both in terms of its treatment and processing equipment. The main objective of this research is to enhance and improve the quality of farmer's rubber processed materials by using natural coagulant which liquid smoke to agglomerate the rubber, and designing of rubber grinding machine. The component of rubber grinding machine including hopper, regulating entry materials, three rollers, pulleys and belt, outlet, gears, engine, regulating the thickness and chassis. In this research, the thickness rubber after grinding is 3-5 mm accordance with Indonesian National Standard rubber. Processed material rubber produced is white and no pollutants. The coagulant used was liquid smoke with a concentration of 10 -20%, where this addition affects the agglomeration speed of rubber and smelled slightly of smoke. The average rate of Feed is 48.58 kg / h, a capacity of the machine is 37.40 kg/hr and cost of operation is Rp. 650 / kg.
Identification of Tropical Plants Leaves Image Base on Principal Component Analysis Indra Laksmana; Hendra Hendra; Sri Aulia Novita; Fithra Herdian; Mohamad Riza Nurtam; Perdana Putera; Rosda Syelly
Jurnal Ilmu dan Teknologi Terapan Pertanian Vol 4 No 1 (2020): Journal of Applied Agricultural Science and Technology
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32530/jaast.v4i1.156

Abstract

Difference and variation of leaves shape is usually used as primary identifier of the plant species. But some plants may have a similar leaf shape and thus require another more accurate identifier. This study applied principal component analysis (PCA) methods for identifying tropical plant species from the shape of the leaves. This method simplified the observed variables by reducing the dimensions of the information that is stored as much as 75%, so it did not eliminate important information and can save the data processing time. There were 100 images of leaves taken from several sides of the leaf in JPEG format with which the shape of leaves were look similar, like citrus (Citrus aurantifolia), durian (Durio zibethinus), guava (Psidium guajava), mango (Mangifera indica), jackfruit (Artocarpus heterophyllus), avocado (Persea americana), rambutan (Nephelium lappaceum), sapodilla (Manilkara zapota), red betel (Piper crocatum) and soursop (Annona muricata). Identification of those 10 kind plant leaves produced 97% accuracy rate. Measurement systems were designed using the K-fold Cross Validation with k = 10, the results of experiments shown omission error occurs on the leaves of guava, jackfruit and red betel while twice commission error were found on the leaves sapodilla and once on citrus leaves.