Adi Priyanto
Universitas Negeri Medan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Sifat Fisika Kimia Campuran Minyak dari Minyak Sawit Merah Murni dengan Minyak Zaitun, Minyak Jagung, Minyak Kedelai atau Minyak Bunga Matahari Hasrul Abdi Hasibuan; Adi Priyanto
Jurnal Penelitian Kelapa Sawit Vol 29 No 1 (2021): Jurnal Peneltian Kelapa Sawit
Publisher : Pusat Penelitian Kelapa Sawit

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/iopri.jur.jpks.v29i1.115

Abstract

Minyak sawit merah murni (virgin red palm oil, VRPO) merupakan minyak mengandung asam lemak jenuh dan tak jenuh seimbang, serta senyawa bioaktif tinggi (seperti karoten, tokoferol dan tokotrienol). Sementara itu, minyak zaitun (olive oil, OO), minyak jagung (corn oil, CO), minyak kedelai (soybean oil, SBO) dan minyak bunga matahari (sunflower oil, SFO) merupakan minyak mengandung asam lemak tak jenuh tinggi. Pencampuran dua atau lebih jenis minyak dapat menghasilkan minyak sehat dengan profil asam lemak, stabilitas oksidatif dan senyawa bioaktif yang diinginkan. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji karakteristik campuran VRPO dengan OO, CO, SBO atau SFO pada rasio berat 100:0-0:100 meliputi kadar asam lemak bebas, karoten dan vitamin E, komposisi asam lemak, bilangan iodin, titik leleh, dan kandungan lemak padat. Peningkatan jumlah VRPO meningkatkan kadar asam palmitat, karoten dan vitamin e, titik leleh dan kandungan lemak padat. Peningkatan jumlah OO, CO, SBO atau SFO menurunkan kadar asam lemak bebas dan meningkatkan bilangan iodin. Campuran VRPO dengan CO, SBO atau SFO menghasilkan minyak sehat dengan rasio asam lemak jenuh: asam lemak tak jenuh tunggal: asam lemak tak jenuh ganda mendekati 1:1,5:1,0. Campuran VRPO dengan OO juga menghasilkan minyak sehat dengan rasio asam linoleat: asam linolenat sebesar 5-10:1. Campuran-campuran minyak tersebut dapat digunakan sebagai bahan baku untuk minyak goreng, baking shortening dan margarin yang kaya senyawa bioaktif.