Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kajian Dan Langkah-Langkah Yang Harus Diambil Dalam Penggantian Brenntag Oil Di Unit Pengujian UPT BPPH Widodo Widodo
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 3 No. 1 (2009)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jurnalwave.v3i1.4106

Abstract

UPT Balai Pengkajian dan Penelitian Hidrodinamika merupakan unit yang dilengkapi dengan media unit-unit pengujian, seperti unit pengujian MOB, TT, dan CT. Kedua media unit pengujian dilengkapi dengan wave actuator yang menggunakan media brenntag oil (pelumas) sebagai media penggerak actuator, sehingga gerakan actuator lebih smooth. Dalam kurun waktu, brenntag oil mengalami penyusutan volum dikarenakan adanya kebocoran pada actuator. Pengadaan brenntag sangat sulit, dimana dalam mengadakannya harus import sehingga perlu dilakukan terobosan-terobosan dan inovasi untuk melakukan penggantian brenntag oil dengan pelumas jenis lain. Dalam melakukan penggantian pelumas brenntag perlu dilakukan beberapa tahapan yang dapat memberikan hasil memuaskan dan tidak terjadi kerusakan pada peralatan yang akan diinovasi (khususnya peralatan wave actuator). Ketentuan-ketentuan tersebut adalah : spesifikasi peluas pengganti harus sama, khususnya pada viskositas, spesifik gravity, density, titik beku, titik leleh, dan ada tidaknya perubahan secara fisik dan kimia jika terjadi perubahan kondisifisik seperti temperatur, tekanan (kondisi operasi actuator), dan dilakukan flashing untuk menghilangkan kandungan pelumas lama (brenntag oil), hal ini juga dimaksudkan untuk menghindari terjadinya reaksi antara brenntag oil dan pelumas pengganti.
STUDI VARIASI MODEL SKEG BERDASARKAN RESISTANCE DAN POLA ALIRAN YANG MELEWATI LAMBUNG SELF PROPULSION BARGE Widodo Widodo; Ahmad Yasim; Rina Rina; Abdul Ghofur
WAVE: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 12 No. 2 (2018)
Publisher : National Research and Innovation Agency (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aliran yang melewati lambung kapal dari ujung haluan hingga ke belakang buritan kapal selalu menghasilkan wakeyang merupakan perbedaan antara kecepatan kapal dan kecepatan air yang melalui propeller. Skegadalah salah satu komponen buritan yang bertujuan menjaga stabilitas kapal saat kapal melaju pada kecepatan tinggi serta membantu fluida mengalir lebih smooth melewati hull dan propeller kapal. Desain modelskegperlu direncanakan dengan baik karena jika tidak sesuai maka justru akan menghambat kinerja propeller. Penelitian inimenganalisa 4 bentuk skeg dengan pertimbangan resistance tambahan dan bentuk pola aliran yang ditimbulkan.Hasil pemodelan numerik didapatkan harga resistance kapal yang lebih kecil pada model 2 dan 4 yaitu 93,42 kN dan 97,43 kN. Untuk mendapatkan desain optimal maka model 2 dan 4 dipertimbangkan berdasarkan pola aliran dimana kecepatan aliran pada model 2 adalah 1,82 m/s lebih besar dari kecepatan aliran pada model 4 yaitu 1,68 m/s. Berdasarkan hasil analisa tahanan kapal dan pemodelan pola aliran maka disimpulkan bahwa desain yang paling optimal adalah skeg kondisi 2.