Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengembangan Sistem Kontrol Autopilot Rudder Untuk Pengujian Zig zag Model Kapal Mochammad Nasir; Zakky Murakham
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 3 No. 2 (2009)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jurnalwave.v3i2.4653

Abstract

Salah satu jenis pengujian olah gerak kapal yang dapat dilakukan di kolam maneuovering (MOB) UPT BPPH adalah Uji ZigZag model. Pada pengujian zigzag model akan dijalankan pada suatu kecepatan yang telah ditentukan dengan sudut kemudi (rudder) nol derajat pada mode manual (dari remot kontrol)propeller digerakkan sampai kondisi initial tercapai baru model digerakkan dengan autopilot. Daun kemudi dengan remote control diputar kesalah satu sisi, misal starboard, hingga mencapai sudut kemudi yang telah ditentukan, misal 10°. Model akan berputar dengan segera setelah heading angle yang telahditentukan tercapai, misal 10°, secara automatis daun kemudi akan berputar kearah sebaliknya ( portside ) hingga mencapai 10° dan heading model akan berubah kembali ke posisi starbord. Pada saat ini kontrol Autopilot ini tidak bisa berfungsi pada mode otomatis karena sesuatu hal, karena itu diperlukanpengembangan sistem kontrol autopilot . Pada kontrol yang baru ini menggunakan Mikrokontroller AT-Mega 16 sebagai pusat kontrollernya. Sedangkan sensor pendeteksi gerakan yaw menggunakan sebuah kompas digital. Dengan pengabungan ini maka diharapkan kegiatan pengujian zigzag di kolamMOB bisa terlaksana dengan baik , khususnya untuk pengujian zigzag model kapal LNG Carrier.
Perancangan Alat Ukur Tinggi Gelombang Skala Lab Miftah; Mochammad Nasir; Ronny Wicaksono
Wave: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 3 No. 2 (2009)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jurnalwave.v3i2.4658

Abstract

Pada pengujian Hidrodinamika di MOB UPT BPPH sering sekali menggunakan spectrum gelombang. Salah satunya adalah pengujian Proyek INPEX dimana sebelum dilakukan pengujian terlebih dahulu dilakukan pembuatan spectrum gelombang yang akan digunakan pada saat pengujian berlangsung. Pada kegiatan pembuatan spectrum diperlukan alat ukur / sensor tinggi gelombang yang biasa di sebut WHS ( Wave High Sensor ). Type WHS yang sering digunakan di UPT BPPH adalah WHS type resistance dimana perubahan ketinggian air sebanding dengan konduktifitas dari wave probe. Untuk mendapatkan nilai output dari sensor WHS tersebut dibutuhkan sebuah rangkaian pengondisi sinyal yang sering disebut dengan Pre-Amplifier, dimana komponen utama Pre Amplifier ini adalah rangkaian Sine Wave Oscilator. Pada saat ini di MOB telah dilengkapi 1 set Pre Amplifier untuk WHS sensor, akan tetapi karena faktor waktu Pre Amplifier ini sering mengalami kerusakan. Dengan adanya perancangan Pre Amplifier ini diharapkan pembuatan spectrum gelombang bisa berjalan dengan lancar.
DESIGN ASPECTS OF POSITIONAL MOORING SYSTEM BASED ON LR FOIFL RULES Ika Prasetyawan; Mochammad Nasir; Navik Puryantini
WAVE: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 6 No. 1 (2012)
Publisher : National Research and Innovation Agency (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Floating offshore units, such as FPSOs, are subject to dynamic excitations from the environment and require to be moored to maintain position at the fix location of operation. In designing positional mooring systems for floating offshore units, systematic analyses must be performed to predict tension levels in the mooring lines and offsets of the floating unit under extreme and ambient service conditions, in order to ensure the mooring arrangement provides a level of safety acceptable to the industry. In order to derive environmental loadspertinent to the location of operation, environmental data should be made available comprising of long and short term current, wind and wave characteristic data specific to the site of operation. Based on LR FOIFL Rules, the performance of positional mooring systems is assessed on the basis of sets of site specific extreme and ambient (or fatigue) environmental conditions. Class rules require consideration of extreme conditions with recurrence period of 100 years (e.g. combination of 100 year waves + 100 year wind + 10 year current).In the process of designing positional mooring systems of FPSOs, designers may start from quasi-static analysis at preliminary design stage, and then investigate various combinations of extreme conditions in the dynamic analysis for a more rigorous approach during the final design stage.The outcomes of the analyses have to be compared against industry standards such as the LR FOIFL rules to confirm the positional mooring system’s design meets levels of safety recognised as acceptable to the industry. In this paper, anintroduction to positional mooring systems for FPSOs, considering typical strength aspects is given, followed by a general description of hydrodynamic characteristics of ship shape FPSOs The design aspects of mooring system is then given in section outlining methodology in mooring analysis using either quasi-static or dynamic method.
PERANCANGAN LOW NOISE HYDROPHONE PREAMP UNTUK PENGUJIAN AKUSTIK NOISE PROPELLER Totok Soedarto; Mochammad Nasir
WAVE: Jurnal Ilmiah Teknologi Maritim Vol. 6 No. 2 (2012)
Publisher : National Research and Innovation Agency (BRIN Publishing)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan rangkaian Low Noise Balanced Hydrophone Preamp ini adalah digunakan untuk uji analisis noise yang dihasilkan oleh propeller kapal selam mini yang digunakan untuk berpatroli tanpa diketahui oleh pihak lain. Karena kontribusi penghasil noise terbesar adalah propeller, maka untuk uji analisis noise propeller ini dibutuhkan rangkaian preamp yang mempunyai noise sangat rendah serta mic hydrophone yang ditempatkan dalam cavitation tunnel yang digunakan untuk menangkap sinyal-sinyal noise yang dihasilkan propeller. Perancangan preamp nya berdasarkan konfigurasi diferensial transistor dengan common mode (floating) gain kontrol yang terhubung pada kaki-kaki emitter dari pasangan transistor. Rangkaian differensialnya adalah rangkaian diferensial in dan out, karena itu memerlukan balanced to unbalanced buffer sebagai penyangga keseimbangan untuk rangkaian tahap berikutnya. Rangkaian didesain dengan sederhana tapi memiliki noise yang sangat rendah, bahkan sangat dekat dengan minimum teoritis, serta memiliki penolakan hum (noise rejection) yang tinggi dan dilengkapi variabel gain dengan potensio rotary tunggal.