Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Cardiac arrest in a child during a combined general epidural anesthesia procedure Soenarjo Soenarjo; Yudhi Prabakti; Edwin MP Siahaan; A Soemantri; M Sidhartani
Paediatrica Indonesiana Vol 45 No 3 (2005): May 2005
Publisher : Indonesian Pediatric Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/pi45.3.2005.132-6

Abstract

An increased risk of perioperative cardiac arrestin children, in comparison to adults, has beenrecognized. A number of factors associatedwith perioperative cardiac arrest have been identified,including young age, comorbidities, and emergencysurgery. Since anesthesia-related cardiac arrest isuncommon, a multi-related database is required tounderstand the mechanisms of cardiac arrest and todevelop preventive strategies. Most cardiac arrestsoccur during induction (37%) or maintenance (45%)of anesthesia, usually following one or more of thefollowing antecedent events, i.e., bradycardia (54%),hypotension (49%), abnormality of oxygen saturationas measured by pulse oximetry (48%), inability tomeasure blood pressure (25%), abnormality of end-tidal CO 2 (21%), cyanosis (21%), or arrhythmia(18%). In 11% of cases, cardiac arrest occurredwithout recognized warning. There are only fewreports in the literature, and in Kariadi Hospital, nonehas ever been reported. The aim of this report is toidentify and discuss possible causes of cardiac arrestand to anticipate its complications.
MEMBANGUN KEHIDUPAN DEMOKRASI MELALUI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Soenarjo Soenarjo
Citizenship Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.529 KB) | DOI: 10.25273/citizenship.v2i1.1101

Abstract

Era reformasi dan demokrasi kini tengah melanda kehidupan bermasyarakat, berbangsa danbernegara, namun belum juga menemukan format pada kedewasaan demokrasi atau masyarakatyang demokratis, bahkan seringkali muncul sikap dan perilaku yang menyimpang dari normatatanan masyarakat demokratis. Untuk menjadi masyarakat yang demokratis diperlukan berbagaiupaya diantaranya melalaui pendidikan kewarganegaraan.Tujuan pendidikan kewarganegaraan adalah untuk membentuk warga negara yang demokratis,berkeadaban, cerdas, bertanggungjawab bagi kelangsungan hidup bangsa dan negaranyaKeberhasilan demokrasi ditunjukkan oleh sejauh mana demokrasi sebagai prinsip hidup bersamaantar warga negara dan antara warga negara dengan negara dijalankan dan disepakati.Menjadi demokratis diperlukan norma sebagai rujukan tatanan masyarakat yang demokratis.Diantaranya kesadaran akan pluralisme,