Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Aktualisasi Nilai-Nilai Islam Dalam Pembentukan Karakter Mahasiswa Di Pondok Pesantren Nurul Ummah Kotagede Yogyakarta Rudini Rudini
Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam Vol 7 No 1 (2020): Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/tarbawy.v7i1.1185

Abstract

Sebuah pendidikan yang berlandaskan keislaman menjadi wahana untuk mengembangkan pikiran, menata kepribadian, menumbuh kembangkan spiritualitas dan emosional. Untuk mencapai hal tersebut membutuhkan kelengkapan dalam setiap komponen pendidikan salah satunya adalah kepengurusan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskrepsikan secara kritis tentang Pembentukan Karakter Mahasiswa di Pondok Pesantren Nurul Ummah Kotagede Yogyakarta guna mencari jawaban atas permasalahan tentang: bagaiman proses pengaktualisasian nilai-nilai Islam dalam pembentukan karakter mahasiswa di Pondok Pesantren Nurul Ummah Kotagede Yogyakarta. (2) Bagaimana efektivitas pembentukan karakter mahasiswa di Pondok Pesantren Nurul Ummah Kotagede Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dan menggunakan pendekatan kualitatif. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan sosio-antropologis.Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam proses pembentukan karakter mahsiswa di pondok pesantren Nurul Ummah Kotagede Yogyakarta terlihat dalam proses perencanaan dan pelaksanaanya. Secara pelaksanaanya, Jenjang pendidikan bagi mahasiswa terbagi menjadi tiga tingkatan yakni awwaliyah, wustha, dan ‘ulya. Pengaktualisasian nilai-nilai Islam di pondok pesantren Nurul Ummah di bagi dalam bebrapa program yang meliputi: program harian, program mingguan, program bulanan, dan program tahunan. Nilai-nilai Islam yang diaktualisasikan adalah nilai ilahiyah yang meliputi: nilai ubbudiyah dan nilai ketauhidan. Sedangkan nilai yng bersifat insaniyah meliputi: nilai kedisiplinan, nilai kesederhanaan, nilai kejujuran, nilai musyawarah. Kemudian proses pengaktualisasiannya diterapkan dalam kegiatan pembelajaran dan kegiatan sehari-hari.
Penerapan Metode Talaqqi dan Metode Muraja’ah Dalam Meningkatkan Hafalan Al-Qur’an di SDQU Darul Fatah Pangkalpinang Rudini Rudini; Doni Doni
LENTERNAL: Learning and Teaching Journal Vol. 4 No. 1 (2023): LENTERNAL: Learning and Teaching Journal
Publisher : Fakultas Tarbiyah, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/lenternal.v4i1.3116

Abstract

This research problem is motivated by the application of the Talaqqi method and the Muraja'ah method in the Qur'an tahfidz program. The Talaqqi and Muraja'ah methods make it easier for ustadz or ustadzah to choose the right way to recite the Qur'an as well as motivate students to quickly complete memorization. This research was conducted to explain: (1) how the application of the talaqqi method and themuraja'ah method in learning the Qur'an tahfidz at SDQU Darul Fatah Pangkalpinang. (2) how are the constraints in the application of the Talaqqi Method and theMuraja'ah method in learning the Qur'an Tahfidz at SDQU Darul Fatah Pangkalpinang. This research uses qualitative research, namely by describing data in the form of directed and systematic words. The data sources in this study are supervisors (musyrif) and students as primary data sources. Data collection techniques are carried out with interviews, observations, and documentation. Data analysis techniques are carried out by managing or simplifying the collected data, from the simplification of the data, analysis is carried out and then conclusions are drawn. The results showed that the application of the Talaqqi method was carried out in several ways, namely Improving (rawsin) reading students, depositing (mentasmi') new memorization (sabaq), and exams every time one juz of new memorization was completed. The application of the Muraja'ah method is carried out in two ways, namely muraja'ah new memorization (sabqi), muraja'ah memorization old (manzil). The constraint factor is that it is inefficient when facing more than 15 students, and lies in the learners themselves, be it in the pronunciation of the makharijul letters, the nature of the letters, the short length (mad), and the law of tajwid. The solution is by multiplying the human resources of Qur'an experts, coaching to supervisors (musyrif), providing motivation to each student, and collaborating with parents of students.