Fina Tri Wahyuni
Institut Agama Islam Negeri Kudus

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Technology Integration Self Efficacy (TISE), Kreativitas, dan Entrepreneurial Intention Mahasiswa Calon Guru Matematika Fina Tri Wahyuni; Putri Nabila Masduki; Galih Kurniawan
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jmtk.v4i2.12084

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Technology Integration Self Efficacy (TISE) dengan entrepreneurial intention, hubungan kreativitas dengan entrepreneurial intention, serta hubungan TISE dan kreativitas dengan entrepreneurial intention mahasiswa calon guru matematika. Metode penelitian menggunakan metode korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Kuesioner TISE, kuesioner kreativitas dan kuesioner entrepreneurial intention diisi oleh 71 mahasiswa tadris matematika pada salah satu perguruan tinggi di Kabupaten Kudus sebagai subjek penelitian. Analisis data menggunakan metode korelasi product moment dengan uji korelasi ganda. Hasil penelitian diketahui bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara TISE dan entrepreneurial intention sebesar 0,000 serta indeks korelasi diperoleh 0,758. Selain itu, terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kreativitas dan entrepreneurial intention yaitu 0,000 serta indeks korelasi diperoleh 0,497. Hasil uji korelasi ganda diperoleh bahwa koefisien korelasi antara TISE dan kreativitas dengan entrepreneurial intention yaitu 0,764, serta diperoleh Fh (47,73) ˃ Ftabel (4,34). Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara TISE dan kreativitas, serta entrepreneurial intention pada mahasiswa tadris matematika. This study aims to determine the relationship between Technology Integration Self Efficacy (TISE) and entrepreneurial intention, the relationship between creativity and entrepreneurial intention, and the relationship between TISE and creativity and entrepreneurial intention of prospective mathematics teacher students. The research method uses a correlational method with a quantitative approach. The TISE questionnaire, creativity questionnaire and entrepreneurial intention questionnaire were filled out by 71 tadris mathematics students at one of the universities in Kudus Regency as research subjects. Data analysis used product moment correlation method with multiple correlation test. The results showed that there was a positive and significant relationship between TISE and entrepreneurial intention of 0.000 and the correlation index was 0.758. In addition, there is a positive and significant relationship between creativity and entrepreneurial intention, which is 0.000 and the correlation index is 0.497. The results of the multiple correlation test showed that the correlation coefficient between TISE and creativity and entrepreneurial intention was 0.764, and Fh (47.73) Ftable (4.34). It can be concluded that there is a positive and significant relationship between TISE and creativity, as well as entrepreneurial intention in tadris mathematics students.
BERPIKIR REFLEKTIF DALAM PEMECAHAN MASALAH PECAHAN DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL TINGGI DAN GENDER Fina Tri Wahyuni; Arnetta Thalia Arthamevia; Danang Haryo
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 1 (2018): Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/jpm.v1i1.4455

Abstract

Penelitian bertujuan mendeskripsikan karakteristik berpikir reflektif siswa SMP laki-laki dan perempuan berkemampuan awal tinggi dalam pemecahan masalah pecahan. Jenis penelitian merupakan penelitian kualitatif. Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Subjek dalam penelitian sebanyak tiga subjek, yaitu satu siswa laki-laki dan dua siswa perempuan berkemampuan awal tinggi. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara berbasais tugas. Validitas data menggunakan triangulasi waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Siswa laki-laki berkemampuan awal tinggi: (a) tahap merencanakan penyelesaian, mengidentifikasi konsep pada masalah, menjelaskan apa yang telah dilakukan; (b) tahap melaksanakan rencana penyelesaian, menyadari kesalahan dan memperbaikinya, memeriksa kebenaran suatu argumen, menggunakan pengetahuan dari dalam diri, mengaitkan informasi yang telah diketahui, mengkomunikasikan ide dengan simbol bukan dengan gambar atau objek langsung; (c) tahap memeriksa kembali, menarik kesimpulan kekonteks masalah, menjelaskan apa yang telah dilakukan. (2) Siswa perempuan berkemampuan awal tinggi: (a) tahap memahami masalah, menyebutkan informasi pada masalah, menjelaskan apa yang telah dilakukan; (b) tahap merencanakan penyelesaian, mengidentifikasi konsep pada masalah, menjelaskan apa yang telah dilakukan; (c) tahap melaksanakan rencana penyelesaian, menyadari kesalahan dan memperbaikinya, memeriksa kebenaran suatu argumen.