Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

PENANAMAN NILAI PENDIDIKAN AGAMA PADA ANAK DI LINGKUNGAN BEDA AGAMA Samsudin, Samsudin
Fitrah Vol 9 No 2 (2018)
Publisher : STIT Sunan Giri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.516 KB)

Abstract

Penanaman Nilai Pendidikan Agama Pada Anak Dilingkungan   Beda Agama. yaitu proses  penanaman nilai Agama pada Anak, dan penentuan agama anak oleh orang tua, maka dengan adanya pernikahan beda agama  memberikan tantangan secara psikologi bagi anak terhadap pemilihan agama. Namun, dengan adanya lingkungan yang menganut agama yang berbeda maka akan menjadi kesulitan untuk fokus atau mengarahkan anak ke agama yang akan menjadi keyakinan anak-anaknya kedepan, dari persoalan ini maka peneliti menjoba mengkaji lebih dalam terkait adanya pernikahan beda agama dan sistem pendidika anak ke arah agama yang akan menjadi keyakinannnya . pertama; Proses yang di lakukan yaitu. Mengajarkan Membaca Al-Qur?an,  Mengajarkan Shalat, Mengenalkan Tauhid, Penanaman Syari?ah . Kedua; bahwa seorang dalam menentukan agamanya kadang ada paksaan dari kedua oranmg tua dan ada juga ditentukan oleh anaknya sendiri tergantung pilihan dan kenyamananya maka dengan  memberikan nilai positif bagi anak tentang pendidikan Islam  juga dinilai positif oleh masyarakat mayoritas, dengan gaya sosialisasi nilai keislaman yang di lakukan tanpa ada pengklaiman umat dan selalu membangun keharmonisan.    
PEMBINAAN AGAMA ISLAM DALAM UPAYA MENCEGAH KRIMINALITAS DI DESA PANDAI Samsudin Samsudin
Fitrah Vol 10 No 1 (2019)
Publisher : Prodi PAI STIT Sunan Giri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47625/fitrah.v10i1.175

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif, dimana posisi pendidikan agama sangat penting dalam upaya mengontor krisis moral penyebab kriminalitas. maka agama harus dihadirkan atau diberikan sejak dini untuk menumbuhkan kesadaran serta memberikan arti agama kepada masyarakat. Sehingga akan mampu menghadirkan perilaku-perilaku yang bercorak agama atau keislaman. Penentuannya didasarkan pada suatu asumsi bahwa nilai-nilai yang dikandung pada dimensi mahda sudah ada dan tidak akan ada perubahan apapun didalamnya, bahkan sudah menjadi fitrah utama dalam kehidupan manusia untuk menjalankannya sesuai apa yang disyariatkan didalam Al-qur’an. Intinya adalah berserah diri, tunduk, patuh dan taat dengan sepenuh hati. Kriminalitas yang dimaksud merupakan perubahan segala tingkah laku manusia yang dapat dipidana,yang diatur dalam hukum pidana. sehingga pembinaan agama Islam dalam upaya mencegah kriminalitas merupakan sebuah langkah yang tepat atau alternatif yang baik dilakukan oleh pemerintah, tokoh masyarakat, dan tokoh agama untuk mengantisipasi terjadinya tindakan kriminal. hasil penelitian ini menunjukan kegiatan keagamaan sangat cocok diterapkan pada kalangan remaja. mengungkapkan bahwa salah satu faktor yang melatarbelakangi terjadinya kriminal pelajar adalah krisis moral yang tengah melanda remaja. Kendala-kendala yang dihadapi dalam upaya mencegah terjadinya kriminalitas di Desa Pandai Kec. Woha Kabupaten Bima yaitu: persoalan partisipasi dan tanggung jawab, Persoalan kooperasi dan koordinasi antara para partisipasi dalam pencegahan kriminalitas, persoalan planning dan program yang berhubungan erat dengan kooperasi dan koordinasi pencegahan kriminalitas.
PENANAMAN NILAI PENDIDIKAN AGAMA PADA ANAK DI LINGKUNGAN BEDA AGAMA Samsudin Samsudin
Fitrah Vol 9 No 2 (2018)
Publisher : Prodi PAI STIT Sunan Giri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47625/fitrah.v9i2.178

Abstract

Penanaman Nilai Pendidikan Agama Pada Anak Dilingkungan Beda Agama. yaitu proses penanaman nilai Agama pada Anak, dan penentuan agama anak oleh orang tua, maka dengan adanya pernikahan beda agama memberikan tantangan secara psikologi bagi anak terhadap pemilihan agama. Namun, dengan adanya lingkungan yang menganut agama yang berbeda maka akan menjadi kesulitan untuk fokus atau mengarahkan anak ke agama yang akan menjadi keyakinan anak-anaknya kedepan, dari persoalan ini maka peneliti menjoba mengkaji lebih dalam terkait adanya pernikahan beda agama dan sistem pendidika anak ke arah agama yang akan menjadi keyakinannnya . pertama; Proses yang di lakukan yaitu. Mengajarkan Membaca Al-Qur’an, Mengajarkan Shalat, Mengenalkan Tauhid, Penanaman Syari’ah . Kedua; bahwa seorang dalam menentukan agamanya kadang ada paksaan dari kedua oranmg tua dan ada juga ditentukan oleh anaknya sendiri tergantung pilihan dan kenyamananya maka dengan memberikan nilai positif bagi anak tentang pendidikan Islam juga dinilai positif oleh masyarakat mayoritas, dengan gaya sosialisasi nilai keislaman yang di lakukan tanpa ada pengklaiman umat dan selalu membangun keharmonisan.
PRINSIP-PRINSIP DAN MODEL DESAIN DALAM PEMBELAJARAN Samsudin Samsudin; Junaidin Junaidin
Fitrah Vol 12 No 1 (2021)
Publisher : Prodi PAI STIT Sunan Giri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47625/fitrah.v12i1.361

Abstract

This article aims to discuss the principles and design models in learning and using a library approach. This paper is useful to help determine a learning model. There are several things that need to be considered before choosing a learning model, including identifying problems and setting learning objectives, determining and analyzing student character, identifying material and analyzing components of learning tasks related to achieving learning objectives, setting specific learning objectives for students, making systematics delivery of learning materials systematically and logically, designing learning strategies, determining methods for delivering subject matter, developing evaluation instruments, selecting sources that can support learning activities.
KONSEP PEMIKIRAN ABDURRAHMAN WAHID TENTANG ISLAM KOSMOPOLITAN Samsudin Samsudin; Siti Nurbaya
FiTUA: Jurnal Studi Islam Vol 3 No 1 (2022): JUNE
Publisher : STIT Sunan Giri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47625/fitua.v3i1.371

Abstract

This writing describes the fruit of Abdurahman Wahid's thoughts on Cosmopolitan Islam which emphasizes more on the basic essence of Islamic teachings, not just symbols and mere religious formalities. Cosmopolitan Islam is Gus Dur's genius thought in responding to actual issues that are directly related to issues of religion, culture, politics and development in the 1980-1990s. In cosmopolitan Islam Gus Dur invites the wider community to always hold fast to values universalism of religion, nationalism and upholding the attitude of openness to accept differences.
TRANSFORMASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA PONDOK MODEREN BOARDING SCHOOL MTSN 1 KOTA BIMA Mariani, Mariani; Samsudin, Samsudin
JEMARI : Jurnal Edukasi Mahasiswa Sunan Giri Vol 1 No 1 (2023): Juni
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) STIT Sunan Giri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47625/jemari.v1i1.475

Abstract

This research aims to find out what the Islamic religious education learning system is like at MTsN 1 Bima City before and after the existence of the Boarding School. The method used in this research is a qualitative method. Collect data using observation, interview and documentation techniques. The research results show that the Boarding School was introduced because the school wanted its students to memorize the Al-Qur'an, as well as special training in several other fields. And this Boarding School has been running for 12 years, from this coaching students reap extraordinary results.
Inclusive Islamic Religious Education Curriculum Design in a Multicultural Society Samsudin, Samsudin
Fitrah Vol 16 No 1 (2025): June
Publisher : Prodi PAI STIT Sunan Giri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47625/fitrah.v16i1.1005

Abstract

This study is motivated by the reality of Indonesia's multicultural society and the challenges of Islamic Religious Education (PAI) in responding to the diversity of religions, cultures, and identities of students. The main purpose of this study is to analyze the design of an inclusive Islamic Education curriculum as a solution to these challenges. This research uses a qualitative approach with a type of library research. Data collection was conducted through the study of relevant documents related to PAI curriculum, multicultural education, and education policy. Data analysis used content analysis method to explore concepts and ideas related to inclusive PAI curriculum design. The results of this study identified four main points: (1) the urgency of inclusive PAI curriculum in accommodating the diversity of religion, culture, and identity of learners; (2) the principles of inclusive PAI curriculum design, including egalitarian, pluralistic, and empathic as a philosophical foundation; (3) the structure and content of inclusive PAI curriculum that includes core competencies, indicators, learning materials, and pedagogical approaches that are responsive to diversity; and (4) strategies for effective and sustainable implementation of inclusive curriculum in Islamic education institutions. This study concludes that the design of an inclusive Islamic Religious Education curriculum is an urgent need to create religious education that is relevant, fair, and able to build harmony in the world.
Exploring the Direction of Islamic Education Amidst Curriculum Changes and the Onslaught of AI Badrun, Badrun; Samsudin, Samsudin; Junaidin, Junaidin
Fitrah Vol 16 No 2 (2025): December
Publisher : Prodi PAI STIT Sunan Giri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47625/fitrah.v16i2.1075

Abstract

This study aims to examine the methods and processes for exploring the direction of Islamic education goals amidst curriculum changes and the onslaught of AI. This study uses a library research approach. Library research is a study used to collect information and data using various materials available in libraries, such as documents, books, magazines, and historical stories. The results of the study indicate that Islamic education is able to adapt to current developments and technological advances. The presence of AI and curriculum changes does not cause Islamic education to lose its essence and remains steadfast in upholding its Islamic values. Curriculum changes aim to find the right reference as a foundation for all education, and Islamic education remains able to adapt to all existing changes. The existence of AI can help make it easier for teachers and students to complete school assignments quickly and efficiently, without requiring high costs, providing new innovations, providing 24-hour service, and providing consistent answers. However, it does not rule out the possibility that AI also has disadvantages such as unemployment, privacy violations, data security, and technological dependence.
Teologi Pembebasan Dan Implikasinya Dalam Pendidikan Islam (Telaah Pemikiran Hassan Hanafi) Adi Haryanto; Abdul Azis; Samsudin
Referensi Islamika: Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 1 (2024): JUNE
Publisher : Academic Bright Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemahaman teologi yang kaku akan melahirkan sikap intoleransi, eksklusif, diskriminatif dan sekuler dalam kehidupan umat islam. Sikap demikian akan mempengaruhi segala aspek kehidupan umat islam, terutama pendidikan islam akan mengalami degradasi dari segi sistem dan kebijakan, sehingga menghasilkan generasi yang kaku dalam pemahaman agama. Untuk itu, umat islam perlu mengkaji dan mendalam hakikat teologi yang sesungguhnya dengan menggunakan metodologi keilmuan yang benar. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji kembali pemikiran Hassan Hanafi tentang teologi Islam dan implikasinya dalam pendidikan Islam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kepustakaan, sumber data yang digunakan diambil dari berbagai literatur yang yang tersedia berupa, buku, jurnal, tesis, skripsi dan internet. Adapun analisis yang digunakan adalah analisis isi. Hasil penelitian menggambarkan bahwa; 1) Hassan Hanafi termasuk tokoh intelektul muslim yang mempunyai pemikiran tentang teologi pembebasan; 2) Analisis bahasa dan analisis realitas, sebagai cara Hassan Hanafi untuk mengkritik teologi klasik; 3) Metode dialektika, fenomenologi dan hermeneutika; 4) Rekontruksi teologi didasarkan pada realitas sosial yang dihadapi umat Islam baik pada masa klasik maupun masa sekarang; 5) Teologi pembebasan dimaksudkan untuk membuka pikiran umat Islam dari pemahaman teoritis ke praktik dan membebaskan umat Islam dari penindasan. Implikasi pemikiran Hassan Hanafi dalam pendidikan islam adalah sebagai berikut; 1) pendidikan islam berbasis pembebasan; 2) pendidikan islam berbasis keterbukaan; 3) dan pendidikan islam berbasis moralitas.
EDUCATIONAL TRANSFORMATION IN THE ERA OF THE INDUSTRIAL REVOLUTION 4.0: CHALLENGES AND INTEGRATION OF LOCAL WISDOM Gamal Abdul Natsir; Samsudin; Junaidin
Al-Mubin Jurnal Ilmiah Islam
Publisher : Department of Research and Community Service at the Ummul Quro Al-Islami Bogor Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51192/almubin.v9i1.2275

Abstract

The Industrial Revolution 4.0 has brought significant transformations in the world of education, including changes in learning methods, evaluation systems, and educational policies. This study aims to analyze the challenges and opportunities of education in the era of the Industrial Revolution 4.0 and to examine its implications based on the theories of constructivism, humanism, and connectivism. This research employs a descriptive-analytical approach through a literature review of various recent studies related to the integration of technology and local wisdom in education. The results indicate that educational transformation in the digital era requires teachers to possess adaptive technological and pedagogical competencies. Meanwhile, the curriculum must be oriented toward strengthening digital literacy, critical thinking, and project-based learning. The integration of local wisdom emerges as an important strategy to preserve cultural identity amid the rapid flow of technological globalization. From the perspective of learning theories, the application of technology in education aligns with constructivist principles that emphasize active and collaborative learning, humanistic theory which focuses on the holistic development of individuals, and connectivist theory that highlights the importance of digital networks as new learning spaces. The implications of this study underscore the need for progressive educational policies, the strengthening of educators’ digital competencies, and the design of adaptive curricula that integrate human values, local culture, and technological innovation. These efforts are essential to realize an inclusive, character-based education system that enhances global competitiveness.