Anita Cahyani
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Media Boneka Tangan (Hand Puppet) Terhadap Keterampilan Berbicara Siswa Anita Cahyani; Muhammad Tahir; Heri Setiawan
Journal of Classroom Action Research Vol. 4 No. 2 (2022): Mei
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v4i2.1683

Abstract

Keterampilan berbicara pada siswa masih rendah. Kebanyakan siswa cenderung diam saja ketika guru meminta untuk berbicara. Apabila siswa menunjukkan keterampilan berbicara, siswa masih terbata-bata, malu, dan ragu-ragu. Selain itu kurangnya penggunaan media pembelajaran di kelas. Hal ini tentu membuat proses pembelajaran terhambat sehingga siswa tidak dapat berpartisipasi aktif dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media boneka tangan (hand puppet) terhadap keterampilan berbicara siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuasi eksperimen dengan desain non-equivalent control group design. Penelitian ini dilaksanakan pada MIN Gunung Rajak Lombok Timur. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V MIN Gunung Rajak Lombok Timur yang berjumlah 68 siswa. Terdiri dari 26 perempuan dan 42 laki-laki. Kelas eskperimen dibelajarkan menggunakan media boneka tangan (hand puppet) sedangkan kelas kontrol dibelajarkan menggunakan model konvensional dan tanpa media boneka tangan. Teknik pengumpulan data keterampilan berbicara menggunakan lembar observasi dan instrument tes yang mengacu pada indicator keterampilan berbicara yang terdiri dari: pelafalan, intonasi, kosa kata, kelancaran, dan kalimat efektif. Teknik analisis data menggunakan uji prasyarat yang terdiri dari uji normalitas dan uji homogenitas, setelah melakukan uji prasyarat selanjutnya dilakukan uji hipotesis menggunakan uji (MannWhitney Test) dengan bantuan SPSS versi 22.0 for windows. Hasil penelitian menujukkan bahwa terdapat pengaruh dalam penerapan media boneka tangan (hand puppet) terhadap keterampilan berbicara siswa. hasil uji non parametrik (Mann-Whitney Test) dimana taraf signifikansi yang diperoleh adalah sebesar 0,000 taraf signifikansi tersebut lebih kecil dari 0,05. Maka dari itu, hipotesis yang ada dapat disimpulkan bahwa Ha diterima artinya terdapat pengaruh tingkat keterampilan berbicara siswa kelas V sebelum dan sesudah diberikan perlakuan dengan media boneka tangan (hand puppet).
Peran Bimbingan dan Konseling dalam Meningkatkan Penerimaan Siswa terhadap Pendidikan Inklusif: Kajian Literatur Nur Afni; Anita Cahyani; Nur Salinda; Suryanti; Ahmad Yusuf
Jurnal Inovasi Pembelajaran Vol. 1 No. 4 (2025): Jurnal Inovasi Pembelajaran
Publisher : YAYASAN YASZOY CAYAHA NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71049/f3ett778

Abstract

Pendidikan inklusif menuntut adanya penerimaan positif dari seluruh warga sekolah terhadap keberagaman peserta didik, termasuk siswa berkebutuhan khusus. Salah satu elemen penting yang berperan dalam mendukung keberhasilan pendidikan inklusif adalah layanan bimbingan dan konseling. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran bimbingan dan konseling dalam meningkatkan penerimaan siswa terhadap pendidikan inklusif berdasarkan temuan-temuan penelitian terdahulu. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain kajian pustaka. Data diperoleh melalui penelusuran artikel ilmiah yang relevan melalui Google Scholar dengan fokus pada topik pendidikan inklusif dan bimbingan konseling. Analisis data dilakukan melalui proses pengorganisasian literatur, sintesis temuan, dan identifikasi tema utama. Hasil kajian menunjukkan bahwa layanan bimbingan dan konseling berperan penting dalam membangun sikap empati, meningkatkan komunikasi sosial, serta mendorong kolaborasi antara siswa reguler, siswa berkebutuhan khusus, guru, dan orang tua. Selain itu, keberhasilan peran bimbingan dan konseling dalam pendidikan inklusif dipengaruhi oleh kompetensi guru BK, dukungan sekolah, serta ketersediaan sarana pendukung. Kajian ini menegaskan bahwa penguatan layanan bimbingan dan konseling merupakan strategi penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan inklusif yang kondusif dan berkelanjutan.