Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengukuran Efisiensi Waktu Proses Produksi Pada Setiap Stasiun Kerja Pembuatan Keramik Model Guci Ukuran Tinggi 80 cm. (Studi Kasus Pada Home Industri Jaya Ceramik Yogyakarta) Puji Asih
Jurnal Rekayasa Industri (JRI) Vol. 3 No. 1 (2021)
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/jri.v3i1.290

Abstract

Perkembangan teknologi produksi yang meningkat  diseluruh industri akan mengakibatkan  produktivitas  dan efisiensi waktu proses akan meningkat .  Perkembangan teknologi produksi  terjadi hampir diseluruh industri , akibat perkembangan ini biasanya akan  berdampak pada penempatan tenaga kerja yang harus sesuai dengan kebutuhan pekerjaan pada setiap stasiun kerja.    Penempatan tenaga kerja yang sesuai menjadi  komponen yang signifikan dalam menyelesaikan perkerjaan dan efisiensi proses produksi . Penelitian dengan Judul Pengukuran Efisiensi Waktu Proses Produksi Pada Setiap Stasiun Kerja Pembuatan Keramik Model Guci Ukuran Tinggi 80 cm, bertujuan untuk mengetahui waktu baku dan efisiensi pada setiap stasiun kerja dan efisiensi lintasan produksi  pembuatan keramik.Proses Produksi pembuatan keramik dibagi menjadi 4 stasiun kerja yaitu stasiun pembentukan keramik mentah ,stasiun pembakaran ,stasiun pengecekan  dan stasiun  pengecatan.  Untuk menyelesaikan pekerjaan pada  setiap stasiun kerja tersebut memerlukan waktu yang berbeda-beda  sehingga  waktu baku dan efisiensi proses produksi juga berbeda-beda.  Pengukuran waktu baku pada setiap stasiun kerja  dapat diketahui,  maka efisiensi waktu proses produksi dan efisiensi lintasan produksi  dapat diketahui.Efisiensi yang dapat dicapai pada setiap stasiun kerja yang terbesar adalah pada stasiun kerja pembakaran mencapai 100 %, sedangkan efisiensi pada stasiun kerja yang lain masih rendah pada stasiun pembentukan 30,30 %, stasiun pengecekan dan penggosokan 26,20 % dan stasiun pengecatan 23,40%. Selanjutnya secara keseluruhan efisiensi lintasan produksi yang dapat dicapai masih rendah yaitu sebesar 30,86 %.Â