This Author published in this journals
All Journal Jurnal Geocivic
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN TALKING STICK PADA POKOK BAHASAN KEMERDEKAAN MENGEMUKAKAN PENDAPAT DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PPKn SISWA KELAS X DI SMA NEGERI 4 KOTA TERNATE Fadel Suleman
Jurnal Geocivic Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.456 KB) | DOI: 10.33387/geocivic.v1i2.1099

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh pemilihan model pembelajaran PPKn yang perlu diperhatikan dalam proses pembelajaran karena tidak semua materi dapat diajarkan dengan hanya satu model pembelajaran saja. Guru hendaknya dapat memilih model pembelajaran yang dianggap sesuai dengan materi yang hendak diajarkan. Hal ini dimaksudkan agar proses belajar mengajar dapat berlangsung secara efektif, efisien, dan tidak membosankan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah melalui penerapan model pembelajaran talking stick dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X pada mata pelajaran PPKn d e n g a n materi “ Kemerdekaan Mengemukakan Pendapat” di SMA 4 Kota Ternate. Teknik penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK) yaitu setiap siklus pembelajaran model ini terdiri dari empat tahap kegiatan yaitu; Perencanaan, Aksi/tindakan, Observasi, dan Refleksi. Teknik penentuan Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas X SMA Negeri 4 Kota Ternate. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran Talking Stick pada Pokok Bahasan Kemerdekaan Mengemukakan Pendapat dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Hasil belajar siswa pada siklus satu masih dikategorikan belum berhasil karena ketuntasan klasikal pada siklus I adalah 32%. Hasil tes siklus 1 hanya 7 orang siswa yang tuntas dan yang tidak tuntas 21 siswa, dari total 28 siswa. Sedangkan ketuntasan klasikal pada siklus II dikategorikan berhasil karena ketuntasan klasikalnya 86%. Dari 28 siswa, yang tuntas bel aj ar sebanyak 23 siswa dan yang tidak tuntas sebanyak 5 orang siswa. Jadi, pembelajaran hanya sampai pada siklus II karena ketuntasan klasikalnya sudah tercapai dengan baik dan sangat memuaskan.